Show simple item record

dc.contributor.advisorLiyantono
dc.contributor.advisorSaptomo, Satyanto Krido
dc.contributor.author'Afifah, Nabilah Rizqah
dc.date.accessioned2026-01-15T00:24:14Z
dc.date.available2026-01-15T00:24:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172104
dc.description.abstractDaerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung merupakan salah satu DAS utama di Pulau Jawa dengan hulu di kaki Gunung Pangrango dan bermuara di wilayah Jakarta dengan luas tangkapan sekitar 387 km². Segmen hilir DAS ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap sedimentasi akibat tekanan aktivitas perkotaan, yang berdampak pada penurunan kapasitas tampung sungai, kerusakan infrastruktur, dan meningkatnya risiko banjir. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya analisis hubungan antara debit aliran dan sedimen melayang sebagai dasar ilmiah bagi pengelolaan sungai secara berkelanjutan di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara debit aliran dan sedimen melayang (Total Suspended Solids/TSS) pada segmen hilir Sungai Ciliwung selama musim hujan, serta mengkaji pengaruh variasi debit terhadap transportasi sedimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 hingga Juni 2025 di tiga titik pengamatan utama, yaitu Lenteng Agung, Menteng, dan Muara Angke, yang mewakili bagian hulu administratif, tengah, dan hilir wilayah Jakarta. Pengambilan data debit dilakukan melalui hubungan antara tinggi muka air dan kecepatan arus di lapangan menggunakan current meter, sedangkan analisis TSS dilakukan di laboratorium dengan metode filtrasi dan pengeringan pada suhu 105°C. Data dianalisis menggunakan regresi linier untuk menentukan hubungan antara debit aliran dan muatan sedimen melayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aliran Sungai Ciliwung berkisar antara 2,55 – 45,47 m³/s, dengan konsentrasi TSS antara 8,5 – 284,5 mg/L, dan muatan sedimen melayang sebesar 4,30 – 587,96 ton/hari. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan hubungan yang sangat kuat pada titik CLW 1-3 (R² = 0,9721) dan CLW 2-1 (R² = 0,9151), dengan pola hubungan linier positif antara debit dan muatan sedimen. Sebaliknya, pada titik CLW 2-4 (R² = 0,0006) hubungan sangat lemah, mengindikasikan pengaruh pasang surut laut yang dominan terhadap dinamika sedimen di muara sungai. Pendekatan Meyer Peter Muller dan DuBoys menunjukkan bahwa sedimen dasar berkontribusi dalam jumlah relatif kecil dibandingkan muatan melayang, namun tetap signifikan terhadap total angkutan sedimen terutama saat debit tinggi. Fenomena ini menggambarkan adanya proses erosi dasar dan pengendapan lokal yang memengaruhi pola sedimentasi di wilayah urban. Hasil penelitian ini menjadi dasar penting bagi pengendalian erosi, perencanaan pengerukan periodik, serta pengelolaan limpasan permukaan di wilayah Jakarta untuk mendukung pengelolaan DAS yang berkelanjutan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Korelasi antara Debit Aliran dan Sedimen Melayang (Suspended Load) DAS Ciliwung di Wilayah Jakartaid
dc.title.alternativeCorrelation Analysis between Flow Discharge and Suspended Sediment Load in the Ciliwung Watershed in the Jakarta Region.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordCiliwungid
dc.subject.keywordsedimen melayangid
dc.subject.keywordMeyer Peter Mullerid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record