Studi Prevalensi Yamamoto New Scalp Akupunktur Terhadap Penurunan Nyeri Tangan Dalam Praktik Kedokteran Keluarga Di Wilayah Terdampak Bencana
Abstract
Nyeri merupakan salah satu keluhan klinis yang paling sering dilaporkan oleh pasien di pelayanan primer dan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup serta fungsi aktivitas harian pasien, termasuk mengganggu produktivitas serta perannya dalam keluarga dan masyarakat¹. Penanganan nyeri sering kali memerlukan pendekatan multimodal, termasuk terapi non-farmakologis seperti akupunktur². Akupunktur adalah salah satu modalitas terapi komplementer yang telah digunakan secara luas dalam perawatan nyeri akut maupun kronis. Berbagai studi menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada kondisi nyeri muskuloskeletal, nyeri punggung, dan nyeri lainnya³,⁴. Yamamoto New Scalp Acupuncture (YNSA) adalah teknik akupunktur mikro-sistem yang dikembangkan oleh Toshikatsu Yamamoto, yang menggunakan titik-titik tertentu di kulit kepala untuk mempengaruhi kondisi nyeri dan disfungsi tubuh⁵,⁶.
Beberapa penelitian klinis menunjukkan bahwa pendekatan YNSA mampu memberikan efek analgesik dan perbaikan fungsi pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal atau kondisi neurologis tertentu⁷,⁸. Meskipun bukti ilmiah yang ada masih terbatas dan kualitas metodologinya beragam⁸, YNSA tetap menjadi pilihan terapi yang menjanjikan untuk menurunkan nyeri tanpa efek samping sistemik yang berarti²,⁴.Dalam konteks layanan primer, terutama di wilayah yang terdampak bencana, akses pelayanan kesehatan sering kali terganggu dan penanganan nyeri menjadi tantangan tersendiri. Layanan kedokteran keluarga yang komprehensif mencakup pemilihan terapi yang efektif dan aman, termasuk penggunaan akupunktur sebagai bagian dari strategi manajemen nyeri di komunitas¹,⁹. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi penurunan nyeri tangan setelah terapi YNSA dalam praktik kedokteran keluarga di wilayah terdampak bencana. ...
Collections
- Medicine [106]
