| dc.description.abstract | Kehamilan merupakan periode penting dalam kehidupan seorang wanita yang memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Ibu hamil rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk nyeri, mual, stres, gangguan tidur, dan fluktuasi tekanan darah, yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan pertumbuhan janin [1]. Masalah kesehatan ibu hamil akan semakin kompleks ketika berada di daerah terdampak bencana, seperti gempa bumi, banjir, atau letusan gunung berapi. Situasi bencana menyebabkan terganggunya akses terhadap pelayanan kesehatan, meningkatnya tingkat stres, dan terbatasnya dukungan keluarga maupun komunitas [2]. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang efektif, aman, mudah diterapkan, dan melibatkan keluarga dalam proses pelayanan. Pendekatan kedokteran keluarga menawarkan kerangka pelayanan kesehatan yang holistik dan berkelanjutan. Dokter keluarga tidak hanya menangani masalah medis, tetapi juga memperhatikan faktor lingkungan, sosial, dan dukungan keluarga yang memengaruhi kesehatan pasien [3]. Dalam konteks ibu hamil, pendekatan ini memungkinkan keluarga berperan sebagai pendukung utama dalam memastikan kepatuhan terapi, pemantauan kesehatan, dan pengurangan risiko komplikasi selama kehamilan, terutama dalam kondisi darurat atau bencana. ... | id |