Studi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Sayuran Dataran Tinggi Terpilih di Jawa Barat
Abstract
Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penghasil hortikultura terbesar
di Indonesia. Dataran tinggi Jawa Barat (Bandung, Garut, Bogor, Cianjur dan
Tasikmalaya) terletak pada daerah agroklimat basah dengan rata-rata bulan basah
8-10 bulan dengan curah hujan rata-rata tahunannya lebih dari 2000 mm, sehingga
kawasan ini cocok untuk pertumbuhan dan produksi sayuran dataran tinggi antara
lain Paprika, Brokoli, Lettuce, Sawi, Kentang, Wortel, Kubis, dan lain-lain (Dinas
Pertanian Jabar, 2006). Sistem pengukuran kinerja (performance measurement
system) sangat diperlukan sebagai pendekatan dalam rangka mengoptimalisasi
jaringan rantai pasok sayuran dataran tinggi. Pengukuran kinerja bertujuan untuk
mendukung perancangan tujuan, evaluasi kinerja, dan menentukan langkahlangkah
ke depan baik pada level strategi, taktik dan operasional (Van der Vorst,
2006). Penelitian ini berusaha untuk menjawab beberapa permasalahan yang
berkaitan dengan perancangan model pengukuran kinerja manajemen rantai pasok
sayuran dataran tinggi yaitu: I) Jenis produk sayuran dataran tinggi yang
berpotensi untuk ditingkatkan kinerja rantai pasoknya; 2) Gambaran struktur
rantai pasokan dan analisis rantai nilai tambah produk sayuran dataran terpilih; 3)
Rancangan model pengukuran kinerja rantai pasok sayuran dataran tinggi terpilih
dan implementasinya; serta 4) Strategi peningkatan kinerja rantai pasok sayuran
dataran tinggi terpilih.
Observasi terhadap rantai pasok sayuran dataran tinggi dilakukan untuk
mengidentifikasi sejumlah permasalahan yang sering muncul dalam manajemen
rantai pasok dan nilai tambah pada masing-masing pelaku dalam rantai pasok
produk sayuran dataran tinggi. Kegiatan manajemen rantai pasok merupakan
bagian kegiatan dari rantai nilai (value chain) sehingga perbaikan manajemen
rantai pasok akan berimplikasi positif pada rantai nilai tambah. Rantai nilai yang
efektif akan memicu keunggulan nilai (value advantage) dan keunggulan produksi
(productivity advantage) yang apada akhimya meningkatkan keunggulan
kompetitif. Pengukuran kinerja manajemen rantai pasok menggunakan
pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Metrik yang digunakan dalam
penelitian ini ditentukan dengan pendekatan fozzy AHP yang mengadaptasi
metode pengukuran SCOR model.
Penelitian dilakukan di berbagai sentra produk pertanian segar seperti
sayuran di Garut, Bandung dan Cianjur/Bogor. Penelitian dilakukan mulai bulan
April 2008 - November 2008. Pengumpulan data primer dilakukan melalui
beberapa cara, sebagai berikut : 1) Observasi lapangan, yakni melihat secara
langsung kegiatan-kegiatan dalam supply chain dari produsen (petani), prosesor,
distributor, hingga konsumen; 2) Wawancara mendalam; dan 3) Opini Pakar
( expert opinion). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) untuk pemilihan sayuran unggulan,
analisis deskriptifuntuk kondisi rantai pasok, fuzzy AHP dan SCOR Model untuk
penentuan metrik kinerja, pengukuran kinerja dengan DEA dan analisis SWOT
untuk merumuskan strategi peningkatan kinerja rantai pasok.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2427]
