Show simple item record

dc.contributor.advisorDespal
dc.contributor.advisorSukria, Heri Ahmad
dc.contributor.authorAth-Thifa, Balqis Naila
dc.date.accessioned2026-01-08T06:27:23Z
dc.date.available2026-01-08T06:27:23Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172010
dc.description.abstractMetode in sacco sering digunakan untuk menilai degradasi pakan, tetapi hasilnya dapat dipengaruhi oleh laju alir (Kp) yang berbeda akibat komposisi pakan yang diberikan. Selain itu, perhitungan Effective Degradability (ED) in sacco masih menggunakan asumsi Kp yang belum terverifikasi pada kondisi tropis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh imbangan hijauan dan konsentrat pada sapi perah terhadap degradabilitas pakan dengan metode in sacco serta membandingkannya dengan metode in vitro gas test sebagai standar yang lebih stabil. Penelitian menggunakan tiga perlakuan imbangan pakan (P1 = 60% hijauan + 40% konsentrat, P2 = 50% hijauan + 50% konsentrat, P3 = 40% hijauan + 60% konsentrat) pada sapi perah Friesian Holstein (FH) berfistula. Hasil menunjukkan bahwa total konsumsi BK tidak berbeda nyata antarperlakuan (P>0,05), tetapi perlakuan memengaruhi konsumsi hijauan, konsumsi konsentrat, dan secara signifikan (P<0,05) memengaruhi laju alir. Jagung memiliki degradasi tertinggi, rumput gajah terendah, dan ransum berada di antara keduanya. Nilai ED in sacco tertinggi pada P1 dan menurun seiring meningkatnya konsentrat dalam ransum karena laju alir yang lebih cepat membatasi waktu fermentasi di rumen. Metode in vitro gas test menghasilkan pola kinetika yang lebih stabil antarpelakuan tanpa pengaruh laju alir sehingga dapat dijadikan pembanding. Korelasi antara kedua metode menunjukkan P2 memberikan hasil yang paling konsisten (arah hubungan positif), sehingga P2 dapat dijadikan sebagai ransum basal ternak pada penelitian yang menggunakan metode in sacco.
dc.description.abstractThe in sacco method is often used to assess feed degradation, but the results can be influenced by different flow rates (Kp) due to the composition of the feed given. In addition, in sacco Effective Degradability (ED) calculations still use Kp assumptions that have not been verified under tropical conditions. This study aims to evaluate the effect of forage and concentrate balance in dairy cows on feed degradability using the in sacco method and compare it with the in vitro gas test method as a more stable standard. The study used three feed balance treatments (P1 = 60% forage + 40% concentrate, P2 = 50% forage + 50% concentrate, P3 = 40% forage + 60% concentrate) on Friesian Holstein (FH) dairy cows with fistulas. The results showed that total dry matter intake did not differ significantly between treatments (P>0.05), but the treatment affected forage intake, concentrate intake, and significantly (P<0.05) affected flow rate. Corn had the highest degradation, elephant grass had the lowest, and the ration was between the two. The highest in sacco ED value was in P1 and decreased as the concentrate in the ration increased because the faster flow rate limited the fermentation time in the rumen. The in vitro gas test method produced a more stable kinetic pattern between treatments without the influence of flow rate, so it can be used as a comparison. The correlation between the two methods showed that P2 provided the most consistent results (positive relationship), so P2 can be used as the basal ration for livestock in studies using the in sacco method.
dc.description.sponsorshipTerima kasih disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk pendanaan yang diberikan dalam skema Penelitian Tesis Magister (PTM) BIMA yang telah mendukung pelaksanaan penelitian ini.
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleImbangan Hijauan dan Konsentrat pada Sapi Perah terhadap Degradasi Pakan secara In Sacco dengan Pembanding In Vitro Gas Testid
dc.title.alternativeThe Forage-to-Concentrate Ratio in Dairy Cows on Feed Degradation Evaluated by In Sacco Method Compared to In Vitro Gas Test
dc.typeTesis
dc.subject.keyworddegradasi pakanid
dc.subject.keywordimbangan pakanid
dc.subject.keywordin saccoid
dc.subject.keywordin vitro gas testid
dc.subject.keywordlaju alirid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record