Optimasi Demineralisasi Menggunakan Asam Nitrat untuk Reduksi Kandungan Abu Biopelet Tandan Kosong Kelapa Sawit
Date
2026Author
Santosa, Dwi Jaksana Megah
Hermawan, Dede
Kusumah, Sukma Surya
Nawawi, Deded Sarip
Metadata
Show full item recordAbstract
Ketergantungan pada bahan bakar fosil menyebabkan masalah ketersediaan dan polusi lingkungan, sehingga energi terbarukan seperti biomassa diperlukan sebagai sumber energi alternatif. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS), sebagai limbah padat dari industri kelapa sawit, tersedia dalam jumlah besar di Indonesia dan berpotensi sebagai bahan bakar padat seperti biopelet, namun kandungan abu yang tinggi mengurangi efisiensi pembakaran dan tingginya risiko fouling serta slagging. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas biopelet EFB melalui perlakuan demineralisasi menggunakan asam nitrat (HNO3) dengan variasi konsentrasi (1, 3, dan 5%) dan waktu perendaman (10, 30, dan 60 menit). Parameter yang dianalisis meliputi kadar abu, nilai kalor, kandungan kalium, proksimat, dan ultimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan optimal diperoleh pada konsentrasi 1% selama 10 menit, yang mengurangi kandungan abu dari 10,62% menjadi 3,43-5,45% dan mengurangi kalium hingga 77% (0,087%-0,02%). Selain itu, kandungan karbon terikat meningkat (17,40%-18,09%), sulfur berkurang (0,120%-0,086%), dan nilai kalor meningkat menjadi 4355,83 kal/g. Perlakuan perendaman asam meningkatkan proporsi kadar karbon dan hidrogen, yang berkontribusi pada kualitas pembakaran yang lebih baik. Biopelet memenuhi standar kualitas SNI 8675:2018 untuk penggunaan rumah tangga dan industri. Demineralisasi dengan HNO3 konsentrasi rendah secara efektif meningkatkan kualitas energi, mengurangi risiko pengendapan abu, sehingga memperluas potensi pemanfaatan TKKS sebagai sumber bioenergi berkelanjutan.
Collections
- MT - Forestry [1511]
