Penerapan Fertigator Otomatis Nirdaya Untuk Mina-Hortikultura
Abstract
Krisis air bersih dan semakin terbatasnya lahan pertanian menjadi kendala
serius dalam mendukung ketahanan pangan. Lahan pekarangan bila dikelola secara
produktif dapat menghasilkan bahan pangan potensial bagi keluarga. Fertigator
Otomatis Nirdaya (FONi) merupakan teknologi tepat guna terbukti dapat
meningkatkan produktivitas serta mempermudah kegiatan budidaya aneka
hortikultura. Penelitian ini memadukan budidaya ikan dan hortikultura
menggunakan sistem FONi (FONi Minahorti) dengan tujuan: 1) menghasilkan
rancangan dan mengetahui kinerjanya; 2) mendapatkan produk ikan dan sayuran;
serta 3) mengetahui produktivitas lahan dan airnya. Percobaan dilakukan di kebun
percobaan selama 2 bulan menggunakan sebuah kolam ikan terangkai dengan 30
pot tanaman di bagian hilirnya. Tinggi air di setiap pot dijaga sekitar 10 cm di
bawah permukaan tanah. Pertumbuhan tanaman diukur setiap minggu dan dipantau
menggunakan CCTV. Diperoleh model FONi Minahortikultura yang menghasilkan
tingkat pertumbuhan ikan (Grasscarps) 73% dan kelangsungan hidup 100%.
Produktivitas lahan dan air masing-masing 7,67 g/m2 dan 8,77 g/L untuk Bayam
Merah. Produktivitas lahan dan air masing-masing 10,08 g/m2 dan 11,53 g/L untuk
Bayam Hijau. Koefisien tanaman kedua jenis Bayam ini selama pertumbuhannya
sekitar 0,40-0,71. Dapat disimpulkan, model FONi Minahorti ini dapat diterapkan
untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dengan menghasilkan ikan dan
sayuran guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kata kunci: Fertigasi otomatis nirdaya, budidaya ikan dan sayuran, produktivitas
lahan dan air. The clean water crisis and increasingly limited agricultural land are serious
obstacles to supporting food security. If managed productively, yard space can
produce potential food for families. The Unpowered Automatic Fertigator (FONi)
is a proven appropriate technology that can increase productivity and facilitate the
cultivation of various horticultural crops. This study combines fish and horticultural
cultivation using the FONi system (FONi Minahorti) with the following objectives:
1) to produce a design and determine its performance; 2) to obtain fish and
vegetable products; and 3) to determine land and water productivity. The
experiment was conducted in an experimental garden for 2 months using a fish pond
connected to 30 plant pots downstream. The water level in each pot was maintained
at about 10 cm below the soil surface. Plant growth was measured weekly and
monitored using CCTV. The FONi Minahorti model produced a fish (Grasscarps)
growth rate of 73% and a survival rate of 100%. Land and water productivity were
7.67 g/m² and 8.77 g/L, respectively, for Red Spinach. Land and water productivity
were 10.08 g/m2 and 11.53 g/L for Green Spinach, respectively. The plant
coefficient for both types of spinach during their growth was around 0.40-0.71. It
can be concluded that the FONi Minahorti model can be applied to increase yard
productivity by producing fish and vegetables to meet daily needs.
Keywords: Unpowered automatic fertigator, fish and vegetable farming, land and
water productivity.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2427]
