Show simple item record

dc.contributor.advisorSuprihatin
dc.contributor.advisorSugiarto
dc.contributor.authorAfebri, Fhadel Muhamad
dc.date.accessioned2026-01-05T08:01:38Z
dc.date.available2026-01-05T08:01:38Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171957
dc.description.abstractBuah salak (Salacca edulis Reinw) merupakan buah tropis khas Indonesia dengan kulit bersisik yang kaya akan antioksidan, senyawa fenolik, vitamin, dan mineral. Produksi salak nasional tergolong tinggi dan menempatkannya sebagai salah satu komoditas buah utama di Indonesia. Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang memiliki kontribusi signifikan melalui luas lahan yang besar dan tingkat produksi yang tinggi. Kondisi ini mendorong berkembangnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan salak. Tingginya produksi terutama saat panen raya juga memicu terjadinya kelebihan hasil panen yang tidak terserap pasar sehingga berpotensi menjadi limbah organik. Seiring dengan perkembangan industri pengolahan salak, muncul pula tantangan terkait dampak lingkungan yang berasal dari penggunaan bahan baku dan energi, yang menghasilkan limbah padat dan limbah cair pada berbagai tahapan proses mulai dari persiapan bahan baku hingga distribusi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan bahan, energi, dan limbah yang lebih baik untuk menekan dampak lingkungan melalui pengembangan konsep ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan proses agroindustri salak (budidaya hingga pengolahan), mengevaluasi dampak lingkungan yang dihasilkan pada setiap tahapan proses, menganalisis permasalahan serta potensi pemanfaatan limbah, dan merumuskan strategi penerapan ekonomi sirkular berbasis kerangka 9R dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Fokus penelitian diarahkan pada UMKM pengolahan keripik, manisan, dan dodol salak di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku UMKM serta petani salak, serta data sekunder dari literatur dan dokumen pendukung. Analisis aliran material, air, dan energi dilakukan pada setiap tahapan produksi. Dampak lingkungan pada proses pengolahan produk juga dievaluasi menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan sistem Cradle-to-Gate dan unit fungsi 1 kg produk olahan salak. Alternatif penerapan ekonomi sirkular dikembangkan berdasarkan prinsip 9R, kemudian dianalisis kelayakannya dari aspek ekonomi menggunakan indikator kelayakan usaha serta ditinjau secara kualitatif dari aspek sosial dan lingkungan. Berdasarkan unit fungsional 1 kg produk, hasil penilaian siklus hidup menunjukkan bahwa keripik salak memiliki total dampak lingkungan tertinggi sebesar 5,39 × 10° kg CO2-eq dengan dominasi Eutrophication Potential (EP) sebesar 72,13% yang terutama dipicu oleh penggunaan minyak goreng. Manisan salak menghasilkan total dampak 3,08 × 10?¹ kg CO2-eq dengan kontribusi terbesar pada Global Warming Potential (GWP) sebesar 37,80% dan Acidification Potential (AP) sebesar 36,68% yang berasal dari penggunaan gula sebagai bahan baku utama. Dodol salak menunjukkan total dampak 7,10 × 10?¹ kg CO2-eq, dengan Acidification Potential (AP) sebagai dampak paling dominan sebesar 60,17% yang dipicu oleh penggunaan gula. Penerapan konsep ekonomi sirkular pada agroindustri salak mencakup seluruh rantai produksi mulai dari tahap budidaya hingga pengolahan produk, dengan memanfaatkan berbagai jenis limbah padat dan cair yang dihasilkan. Berdasarkan analisis tingkat sirkularitas dan kelayakan implementasi, strategi repurpose (R7) menjadi prioritas utama karena memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial paling signifikan melalui penciptaan produk inovatif bernilai jual dan pengurangan timbulan limbah, diikuti oleh reduce (R2) melalui efisiensi penggunaan air dan bahan baku, serta recycle (R8) sebagai pendukung. Secara keseluruhan, penerapan ekonomi sirkular pada agroindustri salak berpotensi meningkatkan keberlanjutan sistem produksi dengan menekan dampak lingkungan, memperkuat ekonomi lokal, dan mendorong pemberdayaan masyarakat.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Konsep Ekonomi Sirkular Untuk Meningkatkan Keberlanjutan Agroindustri Berbasis Salakid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAgroindustri salakid
dc.subject.keywordekonomi sirkularid
dc.subject.keywordpenilaian daur hidupid
dc.subject.keywordkeberlanjutan lingkunganid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record