| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik draft genom dan
hubungan kekerabatan empat kultivar lokal mangga Indonesia, ‘Gadung 21’,
Denarum Agrihorti, ‘Manalagi 69’, dan ‘Garifta Merah’. Sekuensing genom dengan
teknologi Oxford Nanopore, genom assembly menggunakan Flye, serta analisis
terhadap genom kloroplas. Proses assembly diikuti dengan anotasi fungsional
terhadap berbagai database (nt-NCBI, nr-NCBI, SwissProt, TrEMBL, dan UniProt).
Anotasi berbasis Gene Ontology (GO) melalui DAVID Bioinformatics
mengindikasikan terdeteksinya sejumlah gen dengan fungsi biologis penting pada
masing-masing kultivar.
Genom kloroplas dari ‘Gadung 21’, Denarum Agrihorti, dan ‘Manalagi 69’
memperlihatkan struktur kuadripartit yang konservatif, dengan ukuran berkisar
antara 157.735–157.746 bp dan kandungan GC sekitar 38%. Genom kloroplas
‘Garifta Merah’ hanya tersusun sebagian (86.866 bp) tanpa deteksi lengkap wilayah
SSC dan IR, menunjukkan data parsial akibat cakupan sekuens yang rendah.
Anotasi genom plastid mengidentifikasi 110 gen fungsional, terdiri atas 77 gen
penyandi protein, 29 tRNA, dan 4 rRNA. Variasi struktural teridentifikasi pada
batas wilayah inverted repeat (IR), panjang intron, jumlah kodon, komposisi asam
amino, dan distribusi SSR.
Analisis filogenetik berbasis data genom kloroplas menggunakan metode
maximum likelihood dengan model TVM+F+G4 dan 10.000 ultrafast bootstrap
mengelompokkan seluruh kultivar ke dalam klade M. indica, dengan pembentukan
sub-klaster yang mencerminkan kedekatan genetik dan kemungkinan perbedaan
asal-usul domestikasi. | |