Formulasi Ekstrak Daun Asam Jawa, Jambu Biji, Kemangi, dan Kelor sebagai Agen Antiobesitas: Studi In Vitro dan In Vivo pada Hewan Model Tikus
Date
2025Author
Fajriansyah, Muhamad Renza
Hasim
Faridah, Didah Nur
Setiyono, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Obesitas merupakan keadaan berat badan berlebih yang masih menjadi masalah yang terus berkembang di seluruh dunia. Obesitas dapat terjadi karena adanya penumpukan lemak secara berlebih atau tidak normal di dalam tubuh dan dapat mengganggu kesehatan. Daun asam jawa, daun jambu biji, daun kemangi, dan daun kelor merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai antiobesitas. Kombinasi ekstrak daun asam jawa, daun jambu biji, daun kemangi, dan daun kelor berpotensi untuk menghasilkan efek antiobesitas yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan potensi sinergis dari kombinasi terbaik ekstrak daun asam jawa, daun jambu biji, daun kemangi, dan daun kelor sebagai agen antiobesitas secara in vitro melalui penghambatan aktivitas lipase pankreas dan secara in vivo pada hewan model tikus.
Metode yang digunakan yaitu ekstraksi sampel dengan sonikasi dan diformulasikan menjadi 13 kombinasi berbeda. Setiap formulasi diuji aktivitas inhibisinya terhadap lipase pankreas. Formulasi terbaik lalu diberikan kepada 25 ekor tikus yang terdiri dari 5 kelompok berbeda (n = 5): Kontrol Normal (N), High Fat-Diet (HFD), Orlistat (OR), Kuratif Ekstrak (KE), dan Preventif Ekstrak (PE) selama tujuh minggu. Setelah perlakuan, dilakukan analisis perubahan bobot badan, kadar profil lipid (kolesterol total (TC), trigliserida (TG), high-density lipoprotein (HDL), dan low-density lipoprotein (LDL)), aktivitas enzim antioksidan (superoksida dismutase (SOD) dan glutation peroksidase (GSH-Px)), kadar enzim aspartat aminotransferase (AST) plasma darah, serta pemeriksaan histopatologi hati dan ginjal tikus.
Hasil penelitian menunjukkan F5 (kombinasi daun asam jawa dan daun jambu biji, 50:50) memiliki nilai persen inhibisi lipase pankreas tertinggi yaitu 89,62%. Pemberian orlistat dan ekstrak kombinasi pada kelompok OR dan KE mampu menurunkan bobot badan, indeks Lee, kadar TC, TG, LDL, dan AST, serta meningkatkan HDL, SOD, dan GSH-Px plasma darah tikus secara signifikan. Pemberian ekstrak kombinasi bersamaan dengan pemberian pakan tinggi lemak pada kelompok PE juga menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada parameter yang sama. Sementara itu, kelompok HFD yang hanya diinduksi pakan tinggi lemak menunjukkan nilai bobot badan, indeks Lee, kadar TC, TG, LDL, dan AST tertinggi, serta HDL, SOD, dan GSH-Px terendah dibandingkan kelompok lainnya. Secara histopatologi, pemberian ekstrak kombinasi baik secara kuratif maupun preventif, tidak menyebabkan kerusakan pada jaringan organ hati dan ginjal tikus. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian ekstrak kombinasi daun asam jawa dan daun jambu biji (50:50) dengan dosis 500 mg/kgBB/hari baik sebagai kuratif (pengobatan) maupun preventif (pencegahan) menunjukkan potensi sebagai antiobesitas pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak. Obesity is an overweight condition that is still a growing problem around the world. Obesity can occur due to excessive or abnormal fat accumulation in the body and can interfere with health. Tamarind, guava, basil, and Moringa leaves are plants with potential for anti-obesity. Combining tamarind leaf extract, guava leaf, basil leaf, and moringa leaf can produce a more effective anti-obesity effect. This study aims to analyze the effectiveness and synergistic potential of the best combination of tamarind leaf extract, guava leaf, basil leaf, and moringa leaf as an anti-obesity agent by inhibiting pancreatic lipase activity in vitro and in vivo against rat animal models.
The study employed sonication-assisted extraction to obtain samples, which were then formulated into 13 different formulations. Each formulation was evaluated for its inhibitory activity against pancreatic lipase. The most effective formulation was selected and administered to 25 rats, divided into five groups (n = 5): Normal Control (N), High-Fat Diet (HFD), Orlistat (OR), Curative Extract (KE), and Preventive Extract (PE). The treatment was conducted over a period of 7 weeks. Following the intervention, various parameters were analyzed, including changes in body weight, lipid profiles (total cholesterol (TC), triglycerides (TG), high-density lipoprotein (HDL), and low-density lipoprotein (LDL)), antoxidant enzyme activities (superoxide dismutase (SOD) and glutathione peroxidase (GSH-Px)), aspartate aminotransferase (AST) levels in blood plasma, and histopathological examination of liver and kidney tissues.
The result of the study showed that formulation F5 (a combination of tamarind and guava leaves at a 50:50 ratio) exhibited the highest pancreatic lipase inhibition percentage, reaching 89.62%. Administration of orlistat and the combined extract to the OR and KE groups significantly reduced body weight, Lee index, TC, TG, LDL, and AST levels, while significantly increasing HDL, SOD, and GSH-Px levels in rats. Administration of the combined extract concurrently with a high-fat diet in the PE group also showed no significant differences in the same parameters. In contrast, the HFD group, which received only a high-fat diet, showed the highest values for body weight, Lee index, TC, TG, LDL, and AST, and the lowest HDL, SOD, and GSH-Px levels compared to other groups. Histopathology also showed that the administration of combined extracts both curatively and preventively did not cause damage to the liver and kidney tissues of rats. In conclusion, administration of the combined extract of tamarind and guava leaves (50:50) at a dose of 500 mg/Kg BW/day, either as a curative or preventive treatment, demonstrated anti-obesity potential in rats induced with a high-fat diet.
