Peran Stakeholders dalam Tata Kelola Kolaboratif untuk Efektivitas Pengelolaan Bank Sampah (Kasus: Bank Sampah Unit Kenanga, Kelurahan Babakan, Kota Bogor)
Abstract
Bank sampah adalah salah satu bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 yang melibatkan seluruh pihak melalui tata kelola kolaboratif untuk
mendukung pengelolaan sampah. Dalam praktiknya, masih banyak bank sampah yang gagal karena kurangnya kolaborasi di antara para stakeholders dalam
mencapai tujuan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholders dalam tata kelola kolaboratif untuk melihat bagaimana proses tersebut
berpengaruh pada efektivitas pengelolaan Bank Sampah Unit Kenanga Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Responden sebanyak 41 orang dipilih menggunakan metode simple random sampling dan total sampling yang merupakan stakeholders BSU Kenanga. Hasil
analisis statistik deskriptif peran stakeholders membuktikan bahwa pengelolaan BSU Kenanga bertumpu pada sinergi antar stakeholders agar memicu terjadinya
kolaborasi. Sementara itu, hasil uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tata kelola kolaboratif untuk mencapai efektivitas pengelolaan
bank sampah.
