Show simple item record

dc.contributor.advisorKusumo, Yudiwanti Wahyu Endro
dc.contributor.advisorRahayu, Megayani Sri
dc.contributor.advisorIlyas, Satriyas
dc.contributor.authorNajatin, Isna
dc.date.accessioned2025-08-15T13:49:42Z
dc.date.available2025-08-15T13:49:42Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/169525
dc.description.abstractKacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.) merupakan tanaman legum yang potensial sebagai sumber diversifikasi pangan lokal di Indonesia karena kandungan nutrisinya yang unggul serta ketahanannya terhadap lahan marginal dan kekeringan. Produktivitas kacang Bambara di Indonesia masih rendah karena petani mengandalkan varietas lokal adaptif, namun memiliki keragaman tinggi, umur panjang dan produktivitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengevaluasi keragaan dan menduga parameter genetik karakter agronomi kacang Bambara lanras Sumedang, dan (ii) mempelajari korelasi antar karakter untuk menentukan kriteria seleksi yang efektif guna memperoleh varietas berdaya hasil tinggi. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Percobaan pertama dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2023 di sawah Blok Ranji (± 361 m dpl), Sumedang, menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan dan bahan tanam berupa benih kacang Bambara lanras Sumedang yang berasal dari lima wilayah di Kabupaten Sumedang yaitu Cikadu, Cilopang, Pajagan, Pamulihan, dan Ranjeng. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter diameter kanopi memiliki heritabilitas tinggi dan keragaman genetik luas, serta berkorelasi positif dan signifikan dengan komponen hasil, seperti jumlah polong dan bobot biji per tanaman. Hal ini menjadikan diameter kanopi sebagai kriteria seleksi potensial. Percobaan kedua dilakukan di sawah Dusun Cilimus (± 363 m dpl), Sumedang dari bulan Agustus hingga Desember 2023, menggunakan 191 tanaman terbaik hasil seleksi dari percobaan pertama yang ditanam plant-to-row dan lima populasi kacang Bambara berdasarkan asal benihnya sebagai pembanding dalam rancangan augmented dengan 6 ulangan. Hasil analisis menunjukkan karakter jumlah polong dan bobot polong basah memiliki heritabilitas tinggi dan keragaman genetik yang luas. Namun, analisis korelasi mengungkapkan adanya hubungan yang negatif dan signifikan antara karakter vegetatif (tinggi tanaman dan diameter kanopi) dengan komponen hasil (jumlah dan bobot polong) disebabkan oleh terdapatnya galur-galur yang tidak menghasilkan polong akibat curah hujan tinggi sesudah pembungaan sehingga tumbuh pucuk-pucuk baru yang menjadikan polong tidak berkembang. Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi adanya keragaman genetik yang dapat dimanfaatkan, namun juga menunjukkan kompleksitas hubungan antar karakter yang perlu dipertimbangkan dalam strategi seleksi.
dc.description.sponsorshipCrops for the Future (CFF) dan Plant Breeder Without Border (PBWOB)
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSeleksi Galur Murni untuk Perbaikan Kacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.) Lanras Sumedangid
dc.title.alternativePure Line Selection for Genetic Improvement of Bambara Groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdc.) of Sumedang Landrace
dc.typeTesis
dc.subject.keywordheritabilitasid
dc.subject.keywordkomponen hasilid
dc.subject.keywordanalisis korelasiid
dc.subject.keyworddiameter kanopiid
dc.subject.keywordkoefisien keragaman genetikid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record