Sistem Monitoring dan Kontrol Berbasis IoT pada Budidaya kentang Secara Aerponik
Abstract
Sebagai respons terhadap tantangan krisis lahan pertanian dan keterbatasan
metode budidaya konvensional di Indonesia, sistem monitoring dan kontrol
berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya kentang secara aeroponik
merupakan salah satu alternatif untuk budidaya tanaman kentang. Sistem yang
dirancang mengintegrasikan sensor untuk akuisisi data lingkungan secara real-time
dan mikrokontroler untuk otomatisasi kontrol. Penelitian bertujuan untuk
mendesain suatu sistem monitoring dan kontrol berbasis IoT pada budidaya kentang
secara aeroponik serta melakukan uji kinerja terhadap sistem yang dikembangkan
Penelitian mencakup perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, yang
diikuti dengan pengujian fungsional dan uji kinerja. Hasil pengujian menunjukkan
keberhasilan fungsionalitas dasar sistem dalam melakukan monitoring pada
parameter pH, TDS, suhu dan kelembaban. Pada monitoring parameter pH
diperoleh nilai dengan rentang 4,11 hingga 7,08. Pada Total Dissolved Solids (TDS)
berkisar antara 265,62 hingga 731,09 ppm. Parameter suhu yang berkisar dari
18,85 °C hingga 25,82 °C, dengan rata-rata 20,42 °C, serta kelembaban relatif yang
berkisar dari 48,63% hingga 97,24% dan kontrol otomatis pompa nutrisi yang
berjalan secara kontinu. Data sensor berhasil ditampilkan pada dashboard blynk
dan dicatat secara lokal pada kartu SD. Variasi pertumbuhan yang signifikan antar
individu tanaman juga diamati. Secara keseluruhan, sistem yang dibuat dalam
penelitian menunjukkan potensi besar sebagai prototipe untuk pertanian
berkelanjutan yang efisien dalam penggunaan lahan dan sumber daya. Namun,
perbaikan diperlukan dalam akurasi sensor, manajemen nutrisi yang adaptif, dan
homogenitas lingkungan untuk mencapai kinerja yang lebih optimal dan
memaksimalkan potensi produksi kentang. In response to the challenges of agricultural land crises and the limitations of
conventional farming methods in Indonesia, a monitoring and control system based
on the Internet of Things (IoT) for aeroponic potato cultivation presents a viable
alternative. The designed system integrates sensors for real-time environmental
data acquisition and a microcontroller for automated control. The research aimed to
design this IoT-based monitoring and control system for aeroponic potatoes and to
test its performance. The study involved both hardware and software design,
followed by functional and performance testing. The test results successfully
demonstrated the system's basic functionality in monitoring key parameters such as
pH, TDS, temperature, and humidity. The pH values ranged from 4.11 to 7.08,
while Total Dissolved Solids (TDS) ranged from 265.62 to 731.09 ppm. The
temperature varied from 18.85 °C to 25.82 °C, with an average of 20.42 °C, and
relative humidity was between 48.63% and 97.24%. The automatic control of the
nutrient pump also operated continuously. Sensor data was successfully displayed
on a Blynk dashboard and recorded locally on an SD card. Significant growth
variation among individual plants was also observed. Overall, the system developed
in this research shows great potential as a prototype for sustainable agriculture that
is efficient in its use of land and resources. However, improvements are needed in
sensor accuracy, adaptive nutrient management, and environmental homogeneity to
achieve more optimal performance and maximize potato production potential.
