Hubungan Tingkat Partisipasi pada Program Ketahanan Pangan dengan Tingkat Kemandirian Pemuda dalam Perspektif Pengembangan Masyarakat (Kasus Karang Taruna Desa Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor).
Abstract
Pengembangan masyarakat adalah langkah terukur untuk kemajuan desa.
Tujuan utamanya tidak hanya status desa sebagai objek dengan ragam infrastruktur,
melainkan kemandirian masyarakat agar lebih berdaya. Kemandirian masyarakat
dapat menjadi solusi untuk mampu mengelola dan mengembangkan potensi
desanya secara berkelanjutan.
Pemuda adalah kunci untuk menciptakan
kelangsungan upaya pengembangan yang berkelanjutan. Penelitian ini
menganalisis hubungan antara partisipasi dan kemandirian pemuda pada program
ketahanan pangan Karang Taruna Desa Ciomas Rahayu dalam perspektif
pengembangan masyarakat. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan
model desain explanatory sequential dan responden dalam penelitian ini berjumlah
31 orang anggota pemuda karang taruna dan dipilih dengan teknik sensus. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi dalam implementasi aksi-aksi
pengembangan masyarakat saling berhubungan dengan peningkatan kemandirian
pemuda desa. Community development is a measurable approach to rural development with self
reliance as its primary objective. Its success is significantly determined by
community participation, and youth are key to the sustainability of this autonomy.
This research analyzes the relationship between participation and youth self
reliance within the food security program of the Karang Taruna (youth
organization) in Ciomas Rahayu Village. The study employed a mixed-methods
approach with a sequential explanatory design, involving 31 members of the youth
organization selected via a census technique. The findings indicate that the level of
participation in implementing community development actions directly enhances
youth self-reliance.
