Show simple item record

dc.contributor.advisorTrison, Soni
dc.contributor.authorATHALLAH, NAUFAL
dc.date.accessioned2025-08-11T13:34:24Z
dc.date.available2025-08-11T13:34:24Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168685
dc.description.abstractKelompok Tani Hutan (KTH) Sindang Hayu di Desa Kubang Baros, Cinangka, Serang, Banten merupakan kelompok yang aktif dalam program hutan rakyat tanaman energi dengan luas hutan rakyat 47,73 ha dan 56 anggota. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengelolaan hutan rakyat tanaman energi dan tingkat dinamika kelompok menggunakan metode kuantitatif dengan skala likert. Pengelolaan hutan rakyat tanaman energi di KTH Sindang Hayu dilakukan melalui tahapan penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pemasaran. Kegiatan pengelolaan menggunakan alat dan bahan, seperti cangkul, arit, golok, pupuk kandang, Pupuk Phonska, dan Furadan. Pemanenan dilakukan ketika pohon telah berbuah, sementara pohon kayu menggunakan praktik tebang butuh dan dijual dalam kondisi pohon masih berdiri. Pemasaran hasil tanaman energi melewati Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan hasil hutan lainnya dijual melalui tengkulak. Hasil penelitian menunjukkan tingkat dinamika kelompok tergolong kurang dinamis (58,93%) dengan unsur kekompakan kelompok, tekanan kelompok, dan maksud terselubung yang hanya memiliki kategori tinggi.
dc.description.abstractThe Forest Farmer Group (KTH) Sindang Hayu, located in Kubang Baros Village, Cinangka Subdistrict, Serang, Banten, was one of the active groups participating in the energy tree plantation program within private forests. The group managed 47.73 hectares of forest land and consisted of 56 members. This study aimed to analyze the management of private forests planted with energy trees and the level of group dynamics using a quantitative method with a Likert scale. The forest management process at KTH Sindang Hayu included land preparation, seedling, planting, maintenance, harvesting, and marketing. These activities were supported by simple tools and materials, such as hoes, sickles, machetes, organic manure, NPK fertilizer, and Furadan. Harvesting was carried out when the trees bore fruit, while timber trees were selectively cut and sold in standing condition. Energy tree products were marketed through the village-owned enterprise (BUMDes), while other forest products were sold to local middlemen. The results showed that the group dynamics level was categorized as less dynamic (58.93%), with only group cohesion, group pressure, and hidden motives falling into the high category.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDinamika Kelompok Tani Hutan Rakyat Tanaman Energi di KTH Sindang Hayu, Desa Kubang Baros, Serang, Bantenid
dc.title.alternativeGroup Dynamics of Forest Farmers Managing Energy Tree Plantation on Private Forest in KTH Sindang Hayu, Kubang Baros Village, Serang, Banten
dc.typeSkripsi
dc.subject.keyworddinamika kelompokid
dc.subject.keywordhutan rakyatid
dc.subject.keywordtanaman energiid
dc.subject.keywordkelompok tani hutanid
dc.subject.keywordForest farmer groupid
dc.subject.keywordgroup dynamicsid
dc.subject.keywordprivate forestsid
dc.subject.keywordenergy plantationsid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record