Show simple item record

dc.contributor.advisorSita, Rai
dc.contributor.authorHanif, Dzikra Luthfiyah
dc.date.accessioned2025-08-08T08:56:22Z
dc.date.available2025-08-08T08:56:22Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168463
dc.description.abstractSampah organik dan anorganik memiliki karakteristik berbeda sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan yang spesifik. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan sampah pada bank sampah organik dan anorganik di Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan anggota bank sampah, mencakup aspek kelembagaan, pembiayaan, operasional, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan organik menekankan proses biologis seperti kompos dan budidaya maggot, sedangkan pengelolaan anorganik bergantung pada pemilahan dan nilai jual sampah daur ulang. Keberlanjutan bank sampah organik dipengaruhi oleh kapasitas teknis dan kontinuitas sampah, sementara bank sampah anorganik bergantung pada volume dan harga pasar. Perilaku pemilahan masyarakat berpengaruh signifikan, dan peningkatan keberlanjutan perlu didukung melalui edukasi serta kolaborasi lintas sektor.
dc.description.abstractOrganic and inorganic waste have distinct characteristics that require specific management approaches. This study aims to compare the effectiveness and sustainability of waste management in organic and inorganic waste banks in Bogor City, Indonesia. Data were collected through questionnaires and in-depth interviews with waste bank members, covering institutional, financial, operational, social, economic, and environmental aspects. The results show that organic waste management focuses on biological processes such as composting and maggot cultivation, while inorganic waste management relies on sorting and the market value of recyclable materials. The sustainability of organic waste banks is influenced by technical capacity and continuous waste input, whereas inorganic waste banks depend on volume and market price stability. Waste sorting behavior among residents significantly affects both systems, and improving sustainability requires education and cross-sector collaboration.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfektivitas dan Keberlanjutan Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah Organik dan Anorganik (Kasus: Bank Sampah Unit Siliwangi dan Bank Sampah Unit Pelangi, Kota Bogor, Jawa Barat)id
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbank sampahid
dc.subject.keywordkeberlanjutanid
dc.subject.keywordlingkunganid
dc.subject.keywordpengelolaan sampahid
dc.subject.keywordperilaku masyarakatid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record