| dc.contributor.advisor | Yovi, Efi Yuliati | |
| dc.contributor.author | Iskandar, Weningtyas Nucita Maharani | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-05T04:54:51Z | |
| dc.date.available | 2025-08-05T04:54:51Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/166690 | |
| dc.description.abstract | Penebangan merupakan tahapan penting dalam kegiatan pemanenan hutan.
Kegiatan penebangan kayu di lokasi penelitian dilakukan dengan metode manual yang
sudah menggunakan gergaji mesin (chainsaw) sebagai alat kerjanya, namun masih
bergantung pada tenaga manusia. Kegiatan penebangan yang melibatkan tenaga
manusia diduga memiliki banyak potensi bahaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan kerja pada kegiatan penebangan kayu
menggunakan chainsaw. Metode Human Factor Analysis and Classification System
(HFACS) digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan berdasarkan Swiss
Cheese Model Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% kecelakaan kerja pada
penebangan termasuk dalam kategori risiko sedang. Akar penyebab (root causes)
kecelakaan yang terjadi adalah lemahnya sistem manajemen K3 perusahaan dan
kurangnya pengawasan dari mandor selama pekerjaan berlangsung. Upaya
pengendalian dalam sistem manajemen K3 (SMK3) bertujuan untuk menciptakan
lingkungan kerja yang aman dan meminimalkan risiko kecelakaan. | |
| dc.description.abstract | Felling is a critical stage in forest harvesting operations. At the research site, tree
felling was carried out manually using chainsaws as the primary tool, although it still
relied heavily on human labor. Felling activities involving human labor are considered
to have a high potential for occupational hazards. This study aims to identify the causes
of work-related accidents during tree felling operations using chainsaws. The Human
Factors Analysis and Classification System (HFACS) was applied to analyze accident
causation based on the Swiss Cheese Model Theory. The findings show that 50% of the
work accidents in felling activities were categorized as moderate-risk incidents. The root
causes of these accidents were identified as deficiencies in the company’s Occupational
Health and Safety (OHS) management system and inadequate supervision by foremen
during operations. Control efforts within the Occupational Health and Safety
Management System (OHSMS) are intended to establish a safe working environment
and minimize the risk of accidents. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Manajemen Risiko K3 Pada Kegiatan Penebangan Kayu Menggunakan Chainsaw Berdasarkan Swiss Cheese Model Theory | id |
| dc.title.alternative | Occupational Health and Safety Risk Management in Timber Logging Activities Using Chainsaws Based on the Swiss Cheese Model Theory | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | chainsaw | id |
| dc.subject.keyword | Manajemen Risiko | id |
| dc.subject.keyword | penebangan | id |