Oil Removal in Produced Water using Oil Palm Empty Fruit Bunches Biosurfactants with Varied Stirring Speeds and Heating Times
Abstract
Produced water from oil and gas operations contains hazardous pollutants
such as oil and grease (O&G), chemical oxygen demand (COD), and ammonia.
This study evaluates biosurfactants derived from oil palm empty fruit bunches
(OPEFB) as an eco-friendly alternative for oily wastewater treatment. Sodium
lignosulfonate was synthesized under varying stirring speeds (300–500 rpm) and
heating durations (0.5–2.5 h), and applied at 2%, 4%, and 6% (v/v) dosages.
Optimal O&G removal occurred at 500 rpm and 2.0 h (68.97% and 73.73%,
respectively). The 6% dosage achieved the highest O&G removal (76.96%) but also
led to COD (46.94%) and ammonia (71.31%) increases. Statistical analysis
confirmed that biosurfactant dosage significantly affected all parameters (p < 0.05).
The Freundlich isotherm best described the adsorption behavior, supported by high
correlation coefficients and non-significant ANOVA results. These findings
indicate that OPEFB-based biosurfactants are promising for O&G removal in
produced water, though further optimization is needed to minimize secondary
pollution. Air terproduksi dari eksplorasi minyak dan gas mengandung polutan
berbahaya seperti minyak dan lemak (O&G), kebutuhan oksigen kimia (COD), dan
amonia. Penelitian ini mengevaluasi biosurfaktan berbasis tandan kosong kelapa
sawit (TKKS) sebagai alternatif ramah lingkungan untuk pengolahan limbah
berminyak. Natrium lignosulfonat disintesis dengan variasi kecepatan pengadukan
(300–500 rpm) dan lama pemanasan (0,5–2,5 jam), serta diuji pada dosis 2%, 4%,
dan 6% (v/v). Penghilangan O&G tertinggi dicapai pada 500 rpm dan 2,0 jam
(68,97% dan 73,73%), sementara dosis 6% menghasilkan efisiensi tertinggi
(76,96%) namun meningkatkan COD (46,94%) dan amonia (71,31%). Analisis
statistik menunjukkan bahwa dosis biosurfaktan berpengaruh signifikan terhadap
semua parameter (p < 0,05). Model isoterm Freundlich paling sesuai untuk seluruh
kontaminan, dengan koefisien korelasi tinggi dan hasil ANOVA yang tidak
signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa biosurfaktan TKKS memiliki potensi
sebagai solusi pengolahan O&G dalam air terproduksi, namun diperlukan
optimalisasi lebih lanjut untuk menekan pencemaran sekunder.
