Kaji Ulang Neraca Air pada Daerah Irigasi Waduk Cacaban Kabupaten Tegal
Abstract
Daerah Irigasi (DI) Cacaban berada di wilayah Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, dengan luas layanan mencapai 7,439 ha. Waduk Cacaban memiliki Daerah Tangkapan Air (DTA) dengan luasnya mencapai 5,991 ha. Terjadi perubahan fungsi lahan di kawasan DTA dari wilayah area hijau menjadi zona permukiman yang menyebabkan penurunan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Kondisi ini memicu peningkatan limpasan permukaan sehingga pasokan air yang masuk ke waduk menjadi lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan mengkaji tiga parameter utama dalam mengevaluasi kebutuhan air, ketersediaan air, dan neraca air di DI Cacaban. Perhitungan ketersediaan air dilakukan menggunakan metode F.J. Mock, dimana hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pasokan air paling besar tersedia pada Januari periode I sebesar 8,15 juta m3 dan terendah pada Oktober periode I sebesar 0,03 juta m3. Diketahui kebutuhan air mencapai 6,99 juta m3 pada Mei periode II dan terendah sebesar 0,00 juta m3 di bulan Januari periode II. Berdasarkan analisis neraca air, DI Cacaban mengalami defisit pasokan air sebesar 1,1 juta m3. Hal tersebut menunjukkan bahwa DTA Waduk Cacaban hanya memenuhi 98,6% dari total kebutuhan air di wilayah irigasi tersebut.
