| dc.description.abstract | Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan latar belakang sosial ekonomi, faktor demografi, dan variabel antara yang meliputi: umur kawin pertama, kematian anak, perceraian, dan pemakaian kontrasepsi pada Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) dengan fertilitas dan sejauh mana penga-ruhnya terhadap fertilitas.
Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil pene-litian Studi Karakteristik Khalayak KIE-KB di Jawa Tengah. oleh Tim Peneliti Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor, bekerjasama dengan Badan Koordi-nasi Keluarga Berencana Nasional pada tahun 1993/1994. Data yang digunakan meliputi data karakteristik keluarga, karakteristik pribadi dan pengeluaran rumah tangga. Ana-lisis data statistik dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program antara lain Lotus-123 dan Minitab.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa umumnya responden berumur mucia (51,0%) dan 69,3% berada pada usia ideal untuk melahirkan. Sebagian besar respon-den berpendidikan rendah (87,6%), demikian pula suami responden (76,1%). Rata-rata pendapatan adalah Rp 36.187 /kapita/bulan.
Umur menikah rata-rata terjadi pada usia 17,1 tahun. Secara umum responden menikah pada umur <20 tahun (84,4 %). Dari 24,5% kasus perceraian yang terjadi, 21,8% responden berpendidikan SD tidak tamat. Rata-rata anak yang mati meningkat dengan semakin meningkatnya umur responden. Responden yang berkontrasepsi dan tidak berkontrasepsi umumnya berpendidikan rendah dan banyak terdapat pada golongan umur 25-29 tahun.
Berdasarkan analisis khi-kuadrat, faktor demografi yang meliputi umur, 2 variabel latar belakang sosial ekonomi yaitu pendidikan responden, pendapatan rumah. tangga, dan 3 variabel antara yang meliputi umur kawin pertama, kematian anak, dan perceraian dinyatakan berhu-bungan dengan fertilitas. Dari 6 variabel yang diamati, terdapat 3 variabel yang dinyatakaan berpengaruh nyata yaitu pendidikan responden, pendapatan rumah tangga dan perceraian. Sementara itu umur reponden, umur kawin pertama, dan kematian anak berpengaruh sangat nyata terha-dap fertilitas. | id |