Motif dan Perilaku Masyarakat dalam Mendengarkan Radio Siaran: Kasus Pendengar Warga RW 01, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Abstract
Radio siaran (broadcasting radio) merupakan salah satu jenis media massa, yakni sarana atau saluran komunikasi massa seperti halnya surat kabar, majalah, atau televisi. Radio siaran sebagai unsur dari proses komunikasi, dalam hal ini sebagai media massa memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh media massa lain, yaitu dapat membangun perasaan akrab, hangat, dan intim pada sejumlah khalayak penggunanya. Penelitian mengenai motif dan perilaku masyarakat dalam mendengarkan radio siaran menggunakan pendekatan uses and gratification.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dengan motif dan perilaku mendengar radio siaran, menganalisis hubungan motif mendengar terhadap perilaku pendengar dalam mendengar radio siaran, menganalisis hubungan penggunaan media massa lain dengan perilaku mendengar radio siaran, menganalisis hubungan perilaku mendengar radio siaran dengan pemenuhan kebutuhan penggunaan radio siaran, dan hubungan motif mendengar radio siaran dengan pemenuhan kebutuhan penggunaan radio siaran.
Penelitian ini dilakukan pada pendengar warga RW 01, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan survey dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dari hasil jawaban pendengar diolah secara kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji Chi Square.
Hubungan antara motif mendengar dan pemenuhan kebutuhan pendengar radio siaran berdasarkan hasil uji korelasi Spearman diperoleh hasil yang semuanya berhubungan nyata pada taraf nyata 0.05. Selain itu, diketahui juga bahwa tidak terdapat hubungan yang nyata antara karakteristik individu pendengar (umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, pendapatan rumahtangga) dengan motif mendengar radio siaran. Namun demikian, hubungan yang nyata terdapat pada tingkat pendidikan yang dihubungkan dengan motif hiburan.
Hubungan antara karakteristik pendengar (umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan rumahtangga) dengan perilaku mendengar radio siaran menggambarkan bahwa tidak terdapat hubungan yang nyata diantara keduanya. Namun demikian, terdapat hubungan yang nyata antara jenis kelamin dengan durasi mendengar radio siaran. Hasil analisis hubungan antara motif mendengar dengan perilaku mendengar radio siaran menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang nyata antara motif mendengar radio siaran dengan perilaku mendengar radio siaran. Selain itu juga tidak terdapat hubungan yang nyata antara penggunaan media lain dengan perilaku mendengar radio siaran. Hubungan antara perilaku mendengar radio siaran dengan pemenuhan kebutuhan juga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang nyata. Begitu juga dengan durasi menggunakan radio siaran dengan pemenuhan kebutuhan tidak terdapat hubungan yang nyala.
