Studi Komparatif Kinerja Struktur Bangunan Tinggi Tanpa dan Dengan Dinding Geser Menggunakan Analisis Pushover
Abstract
DKI Jakarta memiliki potensi gempa yang tinggi sehingga diperlukan sistem struktur yang efektif menahan beban gempa. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktur bangunan 8 lantai di Jakarta Timur menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus tanpa dinding geser (X2) dan sistem ganda dengan dinding geser (X1). Analisis respon spektrum dan pushover dengan perangkat lunak ETABS. Gedung X1 dan X2 memenuhi syarat partisipasi massa 90% di setiap arah. Mode 1 dominan translasi namun terdapat rotasi akibat eksentrisitas, mode 2 translasi, dan mode 3 rotasi. Periode struktur didapatkan 1,627 detik (X1) dan 1,27 (X2). Gaya geser dinamik setelah penskalaan sebesar 1743,85
kN (X1) dan 3379,87 kN (X2). Target perpindahan gedung X2 sebesar 233,417 mm (X) dan 217,864 mm (Y), serta X1 sebesar 191,828 mm (X) dan 79,453 (Y), keduanya termasuk level kinerja immediate occupancy. Daktilitas gedung X1 moderate ductility sebesar 3,036 (X) dan 2,575 (Y), serta X2 high ductility sebesar
9,676 (X) dan 8,945 (Y).
