Show simple item record

dc.contributor.advisorAmbarsari, Laksmi
dc.contributor.advisorNurcholis, Waras
dc.contributor.authorHasania, Melati Banita Tsamarah
dc.date.accessioned2025-07-15T14:34:15Z
dc.date.available2025-07-15T14:34:15Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/165047
dc.description.abstractTanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus) mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengukur kandungan fenolik, flavonoid, dan aktivitas antioksidan daun kumis kucing yang diberi perlakuan naungan. Perlakuan naungan terdiri dari tanaman kontrol (tanpa naungan), 25%, 50%, dan 75%. Ekstrak diperoleh dengan metode MAE dan dianalisis kadar fenolik total (Folin-Ciocalteu), flavonoid total (AlCl3), serta kapasitas antioksidan (ABTS dan CUPRAC). Hasil menunjukkan naungan 75% terbukti meningkatkan kandungan flavonoid, dengan kadar tertinggi yang diperoleh sebesar 5,311 mg QE/g sedangkan kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan tidak terpengaruh oleh pemberian naungan dibanding tanaman kontrol tanpa naungan. Korelasi positif signifikan terjadi antara kadar fenolik dan aktivitas antioksidan CUPRAC, sementara korelasi kadar flavonoid dengan antioksidan ABTS dan CUPRAC bersifat negatif. Hasil penelitian menunjukkan intensitas cahaya memengaruhi kandungan senyawa bioaktif yaitu flavonoid daun kumis kucing.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Naungan Berbeda terhadap Kandungan Total Fenolik, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Daun Kumis Kucingid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordmetabolit sekunderid
dc.subject.keywordbudidaya naunganid
dc.subject.keywordOrthosiphon stamineusid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record