Persepsi Siswa Terhadap Efektivitas Penyampaian Pesan Transisi Energi Melalui Framing Video Edukatif
Abstract
Transisi energi merupakan solusi terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh penggunaan energi fosil. Namun, transisi energi masih dianggap baru dan belum
banyak dimanfaatkan, sehingga komunikasi menjadi penting. Salah satu cara penyampaiannya melalui video edukasi, dan penerimaan pesan dapat diukur melalui persepsi efektivitas pesan (PEP). Berdasarkan hal tersebut, penekanan pesan diperlukan untuk memaksimalkan penerimaan pesan melalui framing pesan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan persepsi efektivitas pesan yang diterima melalui framing pesan video edukatif dan karakteristik psikografis penerima pesan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif kepada 80 siswa kelas XI SMP Negeri 1 Cibungbulang. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji mann-whitney. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara risky choice dan goal framing terhadap PEP. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada karakteristik psikografis positif dan negatif terhadap PEP, menunjukkan siswa dengan karakteristik psikografis tinggi lebih mudah menerima pesan transisi energi. The energy transition is a solution to climate change caused by the use of fossil fuels. However, the energy transition is still considered new and underutilized, making communication an essential aspect. One method of delivering this message is through educational videos, and message reception can be measured through perceived message effectiveness (PME). Based on this, message emphasis is necessary to maximize message reception through message framing. The purpose of this study is to identify differences in perceived message effectiveness received through different message framings in educational videos and among recipients with varying psychographic characteristics. This study used a survey method with a quantitative approach involving 80 11th-grade students from SMP Negeri 1 Cibungbulang. The data were analyzed using normality tests and the Mann Whitney test. The results showed no significant difference between risky choice and goal framing in terms of PME. However, there was a significant difference between positive and negative psychographic characteristics in relation to PME, indicating that students with high psychographic characteristics are more receptive to energy transition messages.
