Peningkatan Kuat Geser Tanah dengan Vetiver (Vetiveria zizanioides) untuk Stabilitas Lereng
Abstract
Indonesia merupakan negara rawan bencana alam, terutama tanah longsor yang sering terjadi di daerah dengan curah hujan tinggi dan kondisi geologi rentan, menyebabkan kerugian infrastruktur, ekonomi, dan sosial yang signifikan. Penelitian ini menganalisis efektivitas tanaman vetiver (Vetiveria zizanioides) dalam meningkatkan stabilitas lereng melalui penguatan kuat geser tanah. Pengujian kuat geser menggunakan metode geser langsung dilakukan pada sampel tanpa vegetasi dan sampel dengan vetiver yang telah ditanam selama 1, 2, dan 3 bulan. Hasil menunjukkan bahwa semakin lama vetiver tumbuh, nilai kohesi tanah meningkat dari 9,37 kPa menjadi 12,95 kPa, sedangkan sudut gesek internal meningkat dari 4,10° menjadi 8,61°. Analisis stabilitas lereng dengan GeoStudio SLOPE/W menunjukkan bahwa pada kemiringan aktual, faktor keamanan (SF) meningkat dari 1,38 menjadi 1,43, sama halnya dengan kemiringan 30°, faktor keamanan meningkat dari 1,16 menjadi 1.26 setelah 3 bulan, yang telah melewati batas aman. Namun, pada kemiringan 45° SF meningkat dari 0,75 menjadi 0,78 dan belum mencapai nilai aman, bahkan untuk kemiringan 60° menghasilkan nilai Not Available (NA). Hal ini menunjukkan bahwa lereng curam memerlukan waktu penanaman lebih lama atau kombinasi metode seperti geotekstil, bronjong, serta sistem drainase. Vetiver terbukti efektif, namun pendekatan terpadu diperlukan untuk hasil yang optimal.
