| dc.description.abstract | Desa wisata merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk menjadikan masyarakat berdaya dan mandiri. Pemberdayaan memerlukan modal sosial yang kuat. Modal sosial merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan desa wisata. Selain modal sosial, proses pemberdayaan masyarakat juga dapat menjadi penentu dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat. Dalam hal ini, modal sosial dapat berperan dalam proses pemberdayaan yang dapat mempengaruhi tingkat keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial terhadap tingkat keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan Desa Wisata Malasari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif Data kuantitatif diolah menggunakan uji regresi linear sederhana dengan pemilihan responden yang menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak cukup data di lapang untuk menjadi bukti bahwa modal sosial berperan dalam proses pemberdayaan masyarakat. Hal ini dikarenakan modal sosial yang dibangun untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat tidak hanya dari pengelola atau pengurus Desa Wisata Malasari tetapi ada campur tangan pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Berdasarkan hasil penelitian adanya proses pemberdayaan masyarakat berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan masyarakat dalam kegiatan desa wisata. Hal tersebut ditujukkan dengan nilai signifikansi hasil uji regresi linear di bawah 0.05, yaitu sebesar 0.000 | id |