Show simple item record

dc.contributor.advisorNasdian, Fredian Tonny
dc.contributor.authorMaulana, Iksan
dc.date.accessioned2025-07-10T06:45:05Z
dc.date.available2025-07-10T06:45:05Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164511
dc.description.abstractKPHL Rinjani Barat sebagai satu unit pengelolaan di tingkat tapak, merupakan salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan fungsi sumber daya hutan. Satu diantara cara mengoptimalkan langkah tersebut ialah dengan memberdayaan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas pengelola Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berbasis kemitraan. Akan tetapi, pemberdayaan yang dilakukan sebelum program kemitraan kehutanan mendapatkan pandangan yang kurang baik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi terhadap keberdayaan masyarakat dari program kemitraan dan melihat peran modal sosial dalam meningkatkan taraf hidup pengelola Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dan didukung oleh data kualitatif melalui wawancara mendalam dan dokumen pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap keberdayaan masyarakat tergolong kuat dan modal sosial mempunyai peranan dalam meningkatkan taraf hidup.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePersepsi Masyarakat, Modal Sosial, dan Taraf Hidup Pengelola Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPersepsiid
dc.subject.keywordPemberdayaan Masyarakatid
dc.subject.keywordHHBKid
dc.subject.keywordModal Sosialid
dc.subject.keywordTaraf Hidupid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record