Pengaruh Pemimpin Lokal Terhadap Keberhasilan Program Pembangunan (Studi Kasus Pembangunan Saluran Irigasi dan Sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor)
View/ Open
Date
2011Author
Barlan, Zessy Ardinal
Kolopaking, Lala M.
Sjaf, Sofyan
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberhasilan suatu program ditentukan oleh keterlibatan pemimpin lokal. Keterlibatan pemimpin lokal dipengaruhi oleh basis dan modal yang dimilikinya. Modal merupakan basis dominansi yang dimiliki oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain, memperjuangkan posisi atau sesuatu yang diinginkan. Pemimpin lokal adalah individu yang mempunyai tujuan atau maksud yang ditunjukkan dalam bentuk tindakan yang mempengaruhi masyarakat dan sekitarnya. Besarnya pengaruh dari tindakan tersebut dipengaruhi oleh modal yang dimiliki oleh pemimpin lokal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui pemimpin lokal yang berpengaruh dalam masyarakat khususnya dalam program-program pembangunan pedesaan, (3) mengetahui derajat pengaruh masing-masing pemimpin lokal terhadap masyarakat, khususnya dalam program-program pembangunan di pedesaan, (3) mengetahui tipologi pemimpin lokal berdasarkan derajat pengaruh pemimpin lokal terhadap masyarakat, khususnya dalam program pembangunan di pedesaan.
Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dan explanatory, yang dilakukan di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Unit analisis dari penilitian ini adalah individu. pemimpin lokal yang terinasuk dalam pengurus PNPM Mandiri Perdesaan. Pemilihan, responden dalam penelitian ini, terbagi menjadi dua, yaitu dengan metode sensus pada pengurus PNPM Mandiri Perdesaan dan pemilihan secara purposive terhadap penerima manfaat. Sehingga jumlah responden yang dipilih adalah 33 orang. Data primer diperoleh menggunakan kuesioner melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh buku-bukit, arsip dokumen yang berhubungan dengan penelitian. Analisa perhitungan pengaruh kepemilikan modal menggunakan Indeks Casey sedangkan analisa statistik menggunakan uji regresi linear sederhana, uji nilai tengah, dan tabulasi silang dengan menggunakan software SPSS 16.0 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Pemimpin lokal yang berpengaruh terhadap masyarakat khususnya dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan pembangunan infrastruktur ada empat kategori. Pertama, pemimpin lokal AR yang merupakan pemimpin lokal informal dengan basis keturunan. Kedua, pemimpin lokal YT yang merupakan pemimpin lokal formal dengan basis institusi pemerintahan yaitu sebagai kepala desa. Ketiga, pemimpin lokal DM yang merupakan pemimpin lokal informal dengan basis elit agama, DM juga disebut sebagai ustadz Desa Dramaga. Keempat, pemimpin lokal AQ yang merupakan pemimpin lokal formal dengan basis terpelajar dan termasuk pengurus aktif PNPM Mandiri Perdesaan.
Pemimpin lokal AR memiliki indeks pengaruh modal internal yang lebih tinggi dibanding modal eksternal di dalam masyarakat. Pengaruh tokoh ini dalam masyarakat adalah AR sering diminta pendapatnya terkait program yang akan dilaksanakan (perencanaan), hal ini dikarenakan AR memahami sejarah desa. Pemimpin lokal YT memiliki indeks pengaruh yang tinggi baik modal internal maupun eksternal di dalam masyarakat. Pengaruh YT terhadap masyarakat adalah dimana masyarakat mengikuti arahan atau kebijakan YT pada semua tahapan program, baik perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Pemimpin lokal DM memiliki indeks pengaruh modal internal yang lebih tinggi dibandingkan modal eksternalnya di masyarakat. Pengaruh pemimpin lokal DM terhadap masyarakat adalah DM dipercayai masyarakat untuk mengkontrol jalannya program dan mengevaluasi program. Pemimpin lokal AQ memiliki indeks pengaruh modal internal yang lebih tinggi dibandingkan modal eksternal di dalam masyarakat. Pengaruh pemimpin lokal AQ terhadap masyarakat adalah masyarakat mempercayai pemimpin lokal AQ dalam teknis pelaksanaan program. Pemimpin lokal dengan basis pemerintahan dan memiliki modal manusia, sosial, dan ekonomi yang tinggi (YT), maka pemimpin lokal tersebut akan terlibat dalam setiap tahapan program, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun pemimpin lokal dengan basis keturunan yang memiliki modal manusia, sosial, ekonomi yang rendah (AR), maka pemimpin lokal tersebut hanya terlibat dalam tahapan perencanaan saja, yaitu saat merumuskan konsep program dan kehadiran dalam rapat. Sedangkan, pemimpin lokal dengan basis terpelajar dan memiliki modal manusia yang jauh lebih tinggi dibandingkan modal sosial dan ekonomi (AQ), cenderung terlibat dalam tahap pelaksanaan, yaitu pada saat memberikan ide maupun terlibat langsung dalam teknis program. Pensimpin lokal dengan basis elit agama memiliki modal manusia dan sosial yang sama serta lebih tinggi dibandingkan modal ekonomi (DM), cenderung terlibat pada tahapan evaluasi, yaitu saat memberikan kritik dan saran serta kehadiran dalam rapat evaluasi.
Modal internal adalah modal yang menentukan kecenderungan keterlibatan pemimpin lokal daları tahapan program sehingga hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan ditolak. Semakin baik tokoh pemerintah mengetahui kepentingan publik dan melakukan kerja sama yang baik dengan masyarakat dalam menggulirkan program pembangunan, maka masyarakat akan juga semakin baik dalam pelaksanaan dan pengelolaan program pembangunan tersebut.
