Efektivitas Iklan Layanan Masyarakat "Penundaan Usia Pernikahan dalam Program Keluarga Berencana Versi Afgan" di Televisi terhadap Remaja (Studi Kasus RW 10 Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat)
Abstract
Di berbagai tempat dan media, dapat disaksikan sosialisasi tentang program keluarga berencana. Dalam kaitan ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ingin melakukan sebuah program jangka panjang yakni pendekatan intensif kepada generasi muda untuk menunda usia pernikahan, karena kelompok remaja inilah yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan program keluarga berencana dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kegiatan komunikasi informatif yang tidak hanya mempengaruhi pengetahuan dan perasaan sasaran, tetapi juga kecenderungan sasaran untuk melakukan pesan yang disampaikan. Salah satu cara untuk melakukan komunikasi informatif yang efektif adalah melalui media audiovisual dalam bentuk tayangan iklan layanan masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tingkat keterdedahan. remaja terhadap tayangan iklan, (2) mengidentifikasi faktor internal yang berhubungan dengan keterdedahan remaja (3) mengetahui dan menganalisis hubungan keterdedahan iklan dan lingkungan sosial dengan persepsi remaja, dan (4) mengetahui dan menganalisis hubungan persepsi remaja dengan efek tayangan iklan terhadap remaja
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survai yang didukung pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara. Teknik sampling menggunakan sampling frame dengan metode proportional sampling dan diambil sampel secara-acak sebanyak 35 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menghubungkan variabel karakteristik individu dengan keterdedahan, keterdedahan dan lingkungan sosial dengan persepsi serta persepsi dengan efek tayangan iklan terhadap remaja Data kemudian dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 16.0, dengan selang kepercayaan 80 persen
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan keterdedahan, namun tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status pekerjaan, dan jenis pekerjaan. Nilai koefisien korelasi yang terdapat dalam hubungan antara tingkat pendidikan dengan keterdedahan bernilai negatif Berdasarkan keadaan di lapangan, hal ini disebabkan oleh rendahnya kecenderungan responden dengan tingkat pendidikan tinggi untuk menonton televisi. Perbedaan tingkat keterdedahan tidak diikuti oleh perbedaan pada persepsi remaja terhadap kejelasan dan daya tarik isi tayangan iklan layanan masyarakat penundaan usia pernikahan dalam program keluarga berencana versi Afgan pula. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan diantara keduanya. Akan tetapi, terdapat hubungan antara lingkungan sosial dan persepsi remaja pada variabel teman, namun tidak terdapat hubungan antara lingkungan sosial dengan persepsi remaja pada variabel keluarga dan tetangga.
Terdapat hubungan antara persepsi kejelasan dengan efek tayangan iklan pada aspek kognitif dan konatif, namun tidak terdapat hubungan antara persepsi kejelasan dengan efek tayangan pada aspek afektif. Kemudian terdapat hubungan antara persepsi daya tarik dengan efek tayangan iklan pada aspek afektif dan. konatif, namun tidak terdapat hubungan antara persepsi daya tarik dengan efek tayangan pada aspek kognitif Dalam hal ini BKKBN dapat dikatakan efektif dalam melakukan komunikasi informatif melalui iklan layanan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh keadaan di lapangan yang menunjukkan baiknya aspek kognitif, afektif, dan konatif remaja terhadap iklan tersebut Pengetahuan, perasaan, dan kecenderungan remaja untuk melakukan program keluarga berencana melalui penundaan usia pernikahan terlihat positif
