| dc.description.abstract | Kemajuan jaman mendorong keberagaman lapangan pekerjaan. Diantara pekerjaan-pekerjaan ini beberapa diidentikkan dengan jenis kelamin tertentu. Profesi yang diidentikkan dengan gender feminin seringkali adalah profesi yang berkaitan dengan publik. Pengamatan terhadap iklan lowongan kerja, atau SOP sebuah pekerjaan bergender feminin menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang mencantumkan kriteria fisik yang diinginkan perusahaan bagi calon karyawati.
Wolf (2002) menyebut persyaratan-persyaratan kecantikan ini sebagai Professional Beauty Qualification (PBQ), atau kualifikasi kecantikan profesional. Istilah ini dipakai untuk menunjukkan bahwa tenaga kerja profesional yang memenuhi kualifikasi menurut perusahaan adalah perempuan cantik, sedangkan standar kecantikan ditentukan oleh perusahaan. Ini merupakan sebuah diskriminasi dimana kaum perempuan tidak bisa mengelak harus bisa tampil "cantik" dengan standar yang tidak ditentukan oleh dirinya sendiri. PBQ dengan sendirinya telah mempengaruhi motivasi dan sikap perempuan terhadap kecantikan.
Kekuatan motivasi perempuan untuk berpenampilan cantik dapat dilihat dari motivasi internal dan eksternal dari perempuan tersebut. Sedangkan untuk mengetahui sikap perempuan terhadap kecantikan akan ditentukan oleh tiga komponen yaitu cognition (pengetahuan), affection (perasaan), dan conation (perilaku) (Schiffman dan Kanuk 1994). Jika ketiga komponen ini (cognition, affection, dan conation) menunjukkan adanya kecenderungan tertentu terhadap kecantikan maka mungkin sekali telah terjadi penyesuaian sikap perempuan terhadap kecantikan sebagai akibat dari PBQ.
Penyesuaian sikap dan motivasi perempuan terhadap kecantikan dapat diamati pada fresh graduate berjenis kelamin perempuan, dimana pencarian pekerjaan mulai menjadi prioritas. Ini dapat terlihat dari banyaknya job fair yang diadakan oleh universitas-universitas dalam rangka memfasilitasi fresh graduate berjenis kelamin perempuan untuk mencari pekerjaan. PBQ kemungkinan telah memotivasi fresh graduate berjenis kelamin perempuan untuk mempercantik diri agar mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan.
cipta vis
Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat hubungan yang erat antara kegiatan yang sedang dilakukan oleh fresh graduate dan keterdedahannya terhadap PBQ. Fresh graduate yang sering berinteraksi dengan perusahaan lebih mengenali standar kecantikan profesional dibanding fresh graduate yang lebih banyak menghabiskan waktunya di kampus.
Kegiatan yang sedang dilakukan oleh fresh graduate juga berhubungan erat dengan motivasi internal dan eksternal untuk mengikuti standar kecantikan profesional. Motivasi ini akan lebih terlihat jelas pada fresh graduate yang sedang giat menghadiri wawancara kerja ataupun training di perusahaan. Hal ini disebabkan oleh fresh graduate berusaha mengejar cita-cita ataupun mencoba menyesuaikan penampilan dengan lingkungan tempat ia bekerja.
Selain itu terdapat hubungan yang erat antara kegiatan yang sedang dilakukan oleh fresh graduate dan sikap fresh graduate terhadap kecantikan. Secara kognisi ia akan menyadari bahwa terdapat praktek PBQ dalam dunia kerja. Secara afeksi ia akan merasakan keinginan untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan dan lingkungan dari pekerjaannya. Secara konasi tidak terdapat perubahan dalam konsumsi produk perawatan wajah karena perawatan wajah berhubungan dengan jenis kulit wajah dari masing-masing orang, namun demikian terdapat perubahan dalam konsumsi pakaian, make up, dan pencarian referensi dalam berpenampilan. | id |