Show simple item record

dc.contributor.advisorDharmawan, Arya Hadi
dc.contributor.authorWulandari, Annisa Sinta
dc.date.accessioned2025-07-07T12:46:21Z
dc.date.available2025-07-07T12:46:21Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164087
dc.description.abstractKesetaraan gender memberikan peluang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dalam sektor publik, salah satunya dunia kerja. Kesempatan tersebut juga membawa perempuan menghadapi risiko-risiko ketidakadilan gender, yaitu beban ganda dan kekerasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur nafkah, alokasi waktu kerja, serta keamanan kerja buruh perempuan. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran secara paralel, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian di Desa Karangsatria menunjukkan bahwa meskipun alokasi waktu produktif antara laki-laki dan perempuan relatif setara, tanggung jawab kerja reproduktif masih dibebankan pada perempuan. Dalam kontribusi ekonomi, baik pendatang maupun penduduk lokal, buruh perempuan memiliki sumbangan yang sama dengan laki-laki. Namun, buruh perempuan juga menghadapi risiko kekerasan seksual di tempat kerja maupun saat perjalanan. Temuan ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan tinggi pada sektor domestik dan sektor publik, tetapi risiko beban ganda dan kekerasan yang mereka hadapi juga besar.
dc.description.abstractGender equality provides greater opportunities for women to participate in the workforce. This opportunity also brings women to face the risks of gender inequality, which is double burden and violence. This study aims to analyze the livelihood structure, work time allocation, and occupational safety of female workers. The approach used is a parallel mixed method, combining qualitative and quantitative methods. The results show that in Karangsatria Village, although men and women spend similar amounts of productive time, women bear greater responsibility for reproductive tasks. In terms of economic contribution, both migrant and local female workers contribute equally to the economy. However, they also face risks of sexual violence at the workplace and during commuting. These findings reveal that women make significant contributions to the domestic and public sectors, but the risk of double burden and violence they face are also substantial.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Penghidupan Buruh Perempuan Industri: Struktur Nafkah, Alokasi Waktu Kerja, dan Risiko Pekerjaan (Kasus: Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi)id
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordrisiko pekerjaanid
dc.subject.keywordStrategi penghidupanid
dc.subject.keywordalokasi waktuid
dc.subject.keywordburuh perempuanid
dc.subject.keywordkeamanan kerjaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record