Optimalisasi Tanaman Akar Wangi sebagai Pencegahan Erosi Berdasarkan Nilai Erodibilitas Tanah dan Dampak Penyerapan CO2
Date
2025Author
RESQIYANTO, MUHAMMAD ADITIYA
Chadirin, Yudi
Putra, Heriansyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanah longsor merupakan ancaman serius di wilayah perbukitan seperti Desa
Petir, Kabupaten Bogor. Berbagai metode pengendalian erosi telah digunakan.
Penggunaan beton berisiko tinggi terhadap lingkungan karena emisi karbon yang
dihasilkan. Metode seperti hydroseeding memang ramah lingkungan dan mampu
menyerap CO2, namun belum optimal dalam memperkuat lereng. Penggunaan
tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) mampu meningkatkan perkuatan lereng
sekaligus menyerap CO2 dari atmosfer. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas akar
wangi sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian erosi berdasarkan
nilai erodibilitas tanah dan kemampuan penyerapan CO2. Hasil menunjukkan tanah
di lokasi penelitian memiliki tingkat erodibilitas tinggi (K = 0,50–0,51). Hasil
pengujian menunjukkan laju pertumbuhan akar meningkat sebesar 30-40 cm pada
60 HST dan 90 HST yang berfungsi mengikat tanah. Akar wangi terbukti mampu
menyerap CO2 hingga 1,53 g/tanaman/hari dalam intensitas cahaya tinggi dan
menyimpan karbon dalam biomassa. Akar wangi berpotensi menyerap hingga
2,844 ton CO2/ha/hari. Akar wangi dapat digunakan dalam pengendalian erosi
sekaligus berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim. Landslides pose a serious threat in hilly regions such as Petir Village, Bogor
Regency. Various erosion control methods have been applied, yet many remain
suboptimal. Concrete-based structures, while effective, pose significant
environmental risks due to high carbon emissions. Environmentally friendly
alternatives such as hydroseeding can absorb CO2 but have limited effectiveness in
slope stabilization. This study evaluates the use of Vetiveria zizanioides (vetiver
grass) as an eco-friendly alternative for erosion control, based on soil erodibility
and carbon sequestration capacity. The results show that the study site has high soil
erodibility levels (K = 0,50–0,51). Root growth increased significantly, reaching
30–40 cm between 60 and 90 days after planting (DAP), contributing to soil
reinforcement. Vetiver was found to absorb up to 1,53 g CO2/plant/day under high
light intensity and store carbon within its biomass. Vetiver can potentially sequester
up to 2,844 tons CO2/ha/day. Vetiver grass not only serves as an effective erosion
control measure but also contributes to climate change mitigation through carbon
capture.
