Show simple item record

dc.contributor.advisorBudiaman, Ahmad
dc.contributor.authorYahya, Muhammad Ridho Azzahrawaani
dc.date.accessioned2025-07-02T07:22:46Z
dc.date.available2025-07-02T07:22:46Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163615
dc.description.abstractTeknik penebangan dengan bantuan tali menjadi pilihan bagi masyarakat Wonosobo, baik bagi pekerja kegiatan penebangan maupun pemilik hutan rakyat, agar aktivitas penebangan tidak merusak tanaman salak dan tanaman lainnya yang berada di bawah tegakan. Teknik penebangan tersebut digunakan pada hutan rakyat dengan pola tanam agroforestri. Penelitian ini bertujuan menghitung produktivitas dan biaya teknik penebangan dibantu tali layang pada hutan rakyat berpola tanam agroforestri di Wonosobo. Penelitian ini dilakukan di tujuh lahan hutan rakyat yang ditebang menggunakan sistem tebang pilih (tebang butuh). Pengukuran waktu kerja penebangan dilakukan berbasis analisis video, sementara pengukuran diameter setinggi dada, tinggi bebas cabang, dan tinggi total pohon diukur secara langsung di lapangan. Biaya didapatkan dari hasil wawancara dengan pedagang kayu atau tim penebang. Produktivitas dan biaya teknik tebang dengan bantuan tali layang dibandingkan dengan teknik tebang konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas teknik tebang dengan bantuan tali layang lebih rendah dibandingkan teknik tebang konvensional, dan biaya operasional teknik tebang tali layang lebih tinggi dibandingkan teknik tebang konvensional.
dc.description.abstractThe skyline-assisted felling technique is an option for the Wonosobo private, both felling workers and private forest owners, so that felling activities do not damage salak plants and other plants under the stand. The felling technique is used in private forests with agroforestry planting patterns. This study aims to calculate the productivity and costs of the skyline felling technique in private forests with agroforestry cropping patterns in Wonosobo. This study was conducted in seven private forest areas, which were logged using a selective felling system (needfelling). Measuring felling work time was based on video analysis, while diameter measurements at breast height, branch-free height, and total height were measured directly in the field. Costs were obtalined from interviews with timber traders or felling teams. The productivity and cost of the tali layang-assisted felling technique were compared with the conventional felling technique. The results showed that the productivity of the skyline felling technique was lower than the conventional felling technique, and the operational costs of the skyline felling technique were higher than the conventional felling technique.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleProduktivitas dan Biaya Teknik Tebang Dibantu Tali Layang di Hutan Rakyat Wonosobo, Jawa Tengahid
dc.title.alternativeProductivity and Cost of Cutting Techniques Assisted by Skyline in Private Forests in Wonosobo, Central Java
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordproduktivitasid
dc.subject.keywordwaktu kerjaid
dc.subject.keywordBiayaid
dc.subject.keywordpenebanganid
dc.subject.keywordtali layangid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record