View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Hubungan Kadar Lengas Tanah Dengan Fluktuasi Suhu Tanah Pada Pola Tanam Berbeda

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (57.01Mb)
      Date
      1992
      Author
      Musfiar
      Subarsono, Heny
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar lengas tanah dengan fluktuasi suhu tanah, yang diduga mempengaruhi per-tumbuhan dan perkembangan akar, dan membandingkannya antar pola tanam (monokultur dan tumpang-sari). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Cikampek, Jawa Barat, pada bulan September hingga bulan Desember 1991. Hipotesis yang digunakan adalah semakin berkurang tingkat ke-lengasan tanah, maka semakin besar fluktuasi suhu tanah. Perbedaan kelengasan tanah akan menyebabkan terjadinya perbedaan terhadap pertumbuhan dan perkembangan akar. Sedangkan rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 2 x 2 dengan dua ulangan. Faktor pertama ada-lah penyiraman 6.7 mm/hari (S2) dan 3.4 mm/hari (S1), dan faktor ke-dua adalah pola tanam yaitu monokultur ((K), (J)) dan tumpangsari (T). Dalam penelitian ini terdapat hubungan antara kadar lengas tanah, suhu tanah, dan pertumbuhan tanaman (dalam hal ini perakaran). Semakin meningkat kadar lengas tanah, suhu tanah semakin menurun. Pada perlakuan penyiraman $2, kadar lengas tanah lebih tinggi, dan suhu tanah lebih rendah, dari perlakuan penyiraman S1. Kondisi ini akan memberikan pertumbuhan perakaran tanaman yang lebih baik di musim kemarau pada 52. Bila dilihat dari rata-rata panjang akar, lebar perakaran, dan bobot kering akar, dan dibandingkan antara pola tanam monokultur dan tumpangsari, ternyata baik pada tanaman kedelai ataupun tanaman jagung, bobot kering dan panjang akar monokultur Si dan S2 lebih besar dari tumpangsari Sl dan S2. Sedangkan pada lebar perakaran tumpangsari S1 dan S2 lebih besar dari yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh tingkat persaingan antar tanaman berbeda jenis pada tumpangsari sehingga pertumbuhan perakaran terhambat.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163413
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1718]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository