View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pandangan Media Massa Dalam Menyampaϊκαν Informasi Iklim/Cuaca (Suatu Studi Kasus Di Harian Pagi Kompas Dari Tahun 1986 1990)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (208.9Mb)
      Date
      1991
      Author
      Budiman
      Rozari, de
      Mardiana, Ninuk
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tanggal 23 Maret telah ditetapkan sebagai Hari Meteo-rologi Se-Dunia. Tepatnya 3 tahun yang lalu - 23 Maret 1988 - Organisasi Meteorologi Dunia disingkat WMO (World Meteorologycal Organization) dalam perayaan tersebut mengambil tema: "Pandangan Media Massa dalam Menyampaikan Informasi Iklim/Cuaca". Hal ini dinilai oleh ahli meteorologi sebagai pilihan yang tepat dan bijaksana. sekali. Sebab pengetahuan tentang iklim/cuaca masih terasa asing bagi masyarakat di kebanyakan negara berkembang maupun maju. Dengan demikian langkah awal yang harus ditempuh adalah pengenalan ilmu tersebut kepada masyarakat pemakai. Salah satunya yang dipandang paling efektif adalah dengan memanfaatkan media massa untuk menyampaikan informasi tersebut, karena cara ini relatif cepat, mudah, dan murah. Hasilnya, media massa yang diterbitkan negara-negara di benua Eropa dan Amerika telah berperan aktif sehingga memberi sumbangan yang nyata dalam menyampaikan informasi iklim/cuaca. Lalu bagaimana dengan pandangan pers dalam negeri kita? Hasil studi yang telah dilakukan terlihat seperti pada tabel 1. Dapatlah dikatakan bahwa, Kompas walaupun tidak secepat media massa negara Eropa dan Amerika dalam menyampaikan informasi iklim/cuaca sebelum tahun 1988, namun Kompas mulai menyajikan informasi yang lebih banyak pada tahun sesudahnya, yakni tahun 1989 dan 1990. Sajian Informasi ini dalam bentuk artikel, berita ataupun kilasan Iptek. Apalagi jenis informasi dalam bentuk artikel yang mendapat prioritas pertama dari kajian ini, cenderung mengalami kenaikan jumlah dari tahun ke tahun berikutnya. Secara umum dari kajian ini penulis berpendapat bahwa untuk saat ini media massa cetak dalam negeri, seperti Kompas, telah mulai memberi respon yang nyata dalam me-nyampaikan informasi mengenai iklim/cuaca (Budiman, 1991).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163398
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1718]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository