Show simple item record

dc.contributor.advisorManan, Moh. Effendy
dc.contributor.advisorSantosa, Imam
dc.contributor.authorSUBIANTORO
dc.date.accessioned2025-07-01T02:00:53Z
dc.date.available2025-07-01T02:00:53Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163348
dc.description.abstractSungai Cidanau merupakan saluran pelepasan (outlet) DAS Cidanau yang luasnya sekitar 25 097.30 hektar, mempu-nyai peranan penting sebagai sumber air di daerah penga-lirannya. Kawasan Industri Cilegon yang dalam proses pro duksinya membutuhkan air cukup banyak, sampai saat ini ha-nya terpenuhi dari Sungai Cidanau. Sehingga kelangsungan dan kontinyuitas produksinya sangat tergantung pada perse-diaan air Sungai Cidanau. Kebutuhan air tersebut akan te-rus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk ataupun perkembangan industri. Di lain pihak, sumberdaya air yang tersedia sangat terbatas, bahkan menunjukkan pe-nurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan ne-raca air DAS Cidanau. Selain itu, untuk memperoleh gam-baran mengenai potensi sumberdaya air dalam kaitannya de-ngan kebutuhan air, khususnya untuk Kawasan Industri Cile-gon. Perhitungan neraca air dilakukan dengan sistem tata buku Thornthwaite dan Mather (1957) untuk periode bulanan. Sebagai satu-satunya masukan air, curah hujan yang diguna-kan adalah curah hujan wilayah. Keluaran air berupa eva-potranspirasi potensial, diduga menurut rumus Penman de-ngan menggunakan flow chart. Dari hasil perhitungan didapatkan, bahwa di DAS Cida-nau surplus air hampir terjadi sepanjang tahun. Selama periode lima tahun (1980 1984), definit air terjadi se-lama sembilan bulan, yaitu pada bulan-bulan: Juli (1980), Juni September (1982), Juni, Agustus dan September (1983) serta bulan Agustus (1984). Potensi curah hujan di DAS Cidanau menghasilkan debit dugaan bulanan berkisar antara 0.2 40.4 m³/detik dengan nilai rata-rata sebesar 5.6 29.7 m²/detik. Besarnya de-bit dugaan yang diperoleh tersebut terlalu tinggi (over estimate) sebesar 42 persen dibanding dengan debit peng-ukuran. Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kesalah-an pendugaan antara lain, hasil perhitungan curah hujan wilayah lebih tinggi dari nilai sebenarnya atau sebagian dari air hujan melimpas ke DAS lain. Selain itu, kebocor-an geologis DAS yang dalam perhitungan neraca air diasum-sikan tidak ada, merupakan salah satu penyebab kemungkinan terjadinya perbedaan tersebut. Berdasarkan nilai debit minimum hasil pengukuran (1.2 m³/detik), persediaan sumberdaya air yang ada diper-kirakan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air Kawasan Industri Cilegon hingga tahun 1989 (1.1 m²/detik), dengan asumsi keadaan iklim maupun DAS tetap seperti saat seka-rang. Pada tahun 2000 dengan kebutuhan air sebanyak 2.2 m³/detik, diperkirakan akan kekurangan sebanyak 1 m³/detik selama satu bulan dengan masa kritis tiga bulan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePERHITUNGAN NERACA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIDANAU, KABUPATEN SERANG, JAWA BARATid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record