| dc.description.abstract | Sungai Cidanau merupakan saluran pelepasan (outlet) DAS Cidanau yang luasnya sekitar 25 097.30 hektar, mempu-nyai peranan penting sebagai sumber air di daerah penga-lirannya. Kawasan Industri Cilegon yang dalam proses pro duksinya membutuhkan air cukup banyak, sampai saat ini ha-nya terpenuhi dari Sungai Cidanau. Sehingga kelangsungan dan kontinyuitas produksinya sangat tergantung pada perse-diaan air Sungai Cidanau. Kebutuhan air tersebut akan te-rus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk ataupun perkembangan industri. Di lain pihak, sumberdaya air yang tersedia sangat terbatas, bahkan menunjukkan pe-nurunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan ne-raca air DAS Cidanau. Selain itu, untuk memperoleh gam-baran mengenai potensi sumberdaya air dalam kaitannya de-ngan kebutuhan air, khususnya untuk Kawasan Industri Cile-gon.
Perhitungan neraca air dilakukan dengan sistem tata buku Thornthwaite dan Mather (1957) untuk periode bulanan. Sebagai satu-satunya masukan air, curah hujan yang diguna-kan adalah curah hujan wilayah. Keluaran air berupa eva-potranspirasi potensial, diduga menurut rumus Penman de-ngan menggunakan flow chart. Dari hasil perhitungan didapatkan, bahwa di DAS Cida-nau surplus air hampir terjadi sepanjang tahun. Selama periode lima tahun (1980 1984), definit air terjadi se-lama sembilan bulan, yaitu pada bulan-bulan: Juli (1980), Juni September (1982), Juni, Agustus dan September (1983) serta bulan Agustus (1984).
Potensi curah hujan di DAS Cidanau menghasilkan debit dugaan bulanan berkisar antara 0.2 40.4 m³/detik dengan nilai rata-rata sebesar 5.6 29.7 m²/detik. Besarnya de-bit dugaan yang diperoleh tersebut terlalu tinggi (over estimate) sebesar 42 persen dibanding dengan debit peng-ukuran. Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kesalah-an pendugaan antara lain, hasil perhitungan curah hujan wilayah lebih tinggi dari nilai sebenarnya atau sebagian dari air hujan melimpas ke DAS lain. Selain itu, kebocor-an geologis DAS yang dalam perhitungan neraca air diasum-sikan tidak ada, merupakan salah satu penyebab kemungkinan terjadinya perbedaan tersebut.
Berdasarkan nilai debit minimum hasil pengukuran (1.2 m³/detik), persediaan sumberdaya air yang ada diper-kirakan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air Kawasan Industri Cilegon hingga tahun 1989 (1.1 m²/detik), dengan asumsi keadaan iklim maupun DAS tetap seperti saat seka-rang. Pada tahun 2000 dengan kebutuhan air sebanyak 2.2 m³/detik, diperkirakan akan kekurangan sebanyak 1 m³/detik selama satu bulan dengan masa kritis tiga bulan. | id |