Pendugaan Nilai Radiasi Transmisi Pada Tutupan Lahan Hutan Dengan Menggunakan Citra Landsat ETM+ (Studi Kasus Hutan Kebun Raya Bogor dan Hutan Penelitian Dramaga)
Abstract
Pengaruh dari radiasi matahari pada pertumbuhan tanaman dapat dilihat sangat jelas pada tanaman yang tumbuh dibawah naungan, karena proses penyerapan, pemantulan dan penerusan radiasi pada areal tanaman akan menyebabkan terjadinya perubahan spektrum radiasi matahari di puncak, tengah dan dasar tajuk. Interaksi ini menyebabkan bagi tanaman dasar hutan dengan. penutupan tajuk/kanopi yang tebal akan lebih sedikit menerima radiasi matahari dibanding saat kondisi normal. Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai komponen radiasi pada hutan dengan pendekatan neraca energi menggunakan satelit landsat ETM+ dan mengkombinasikannya dengan data pengukuran lapang untuk mendapatkan nilai radiasi yang ditransmisikan pada tutupan lahan hutan. Untuk mendapatkan nilai radiasi gelombang pendek digunakan data landsat kanal 1,2,3.
Nilai albedo diekstrak dari data kanal 1,2,3. Dengan memperhitungkan, jarak matahari dengan bumi, rata rata nilai solar spectral irradiance pada masing masing kanal dan sudut zenith matahari. Nilai albedo ini selanjutnya digunakan untuk menghitung nilai radiasi yang datang (radiasi yang diterima). Nilai albedo yang didapatkan pada penelitian ini adalah sekitar 0.071-0.175 untuk penutupan lahan dominan hutan. Nilai radiasi yang diterima oleh permukaan yang dickstraksi dari data landsat adalah nilai sesaat akaisisi data satelit yaitu tanggal 15 Agustus 2006 jam 11.00. Nilai radiasi yang diterima pada saat akuisisi data adalah 523,28 W/m². Nilai radiasi transmisi dihitung dengan menggunakan hukum kekekalan energi. Hasil pengolahan data didapatkan nilai radiasi dibawah kanopi pada saat akuisisi data untuk hutan dan semak belukar adalah sekitar 79 W/m² dan 16 W/m² dengan persen transmisivitas sebesar 15%.
Hasil pengukuran radiasi transmisi menggunakan solarimeter di hutan penelitian Dramaga dan Kebun Raya Bogor menunjukkan, lokasi 1 dengan persen keterbukaan kanopi 38.4% dan 30.5 memiliki intensitas radiasi transmisi lebih tinggi dari dua lokasi lainnya; dengan solarimeter 1 dan 2 di HP Dramaga sebesar 10% dan 9%, transmisivitas di KRB pada solarimeter 1 dan 2 sebesar 13% dan 14%. Radiasi maksimum terjadi pada pukul 12.00 12.45. Nilai intensitas radiasi matahari dari data BMKG tertinggi terukur pada tanggal 21 juni 2010 sebesar 292 W/m². Semakin besar nilai persen keterbukaan kanopinya maka nilainya akan berbanding lurus dengan jumlah radiasi yang masuk/diteruskan oleh tajuk tanaman. Tutupan kanopi berkaitan dengan. kerapatan tegakan tanaman dan distribusi daun dalam tajuk. Selain itu, nilai radiasi transmisi yang masuk tergantung oleh sudut datang matahari. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi nilai radiasi transmisi hasil pengukuran solarimeter.
