View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan Metode Jaringan Saraf Tiruan untuk Prediksi Curah Hujan di Kabupaten Indramayu dan Cianjur

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.364Mb)
      Date
      2010
      Author
      Lindawati
      Koesmaryono, Yonny
      Apriyana, Yayan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tanaman padi (Oryza sativa, sp) termasuk kelompok tanaman pangan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sampai saat ini, lebih dari 50% produksi padi nasional berasal dari areal sawah di Pulau Jawa. Jawa barat merupakan propinsi terbesar penghasil padi di Indonesia dengan luas panen 20-22% dari seluruh luas panen nasional dan produksi sebanyak 21-23% dari total produksi nasional (BPS 1979, 1984, 1988, 1991, 1995, 1999, 2000 dalam Pramudia 2002). Kekeringan dan banjir baik yang terkait dengan adanya anomali iklim estrim atau tidak dapat memicu terjadinya penurunan luas tanam, produksi dan produktivitas padi. Penurunan produksi dan produktivitas padi di Jawa terutama Jawa Barat secara drastis, dapat mempengaruhi ketersediaan beras nasional dan akan berdampak negatif terhadap sektor-sektor lainnya. Produksi padi secara langsung dipengaruhi oleh curah hujan (Yamamoto et al. 2002). Curah hujan merupakan unsur iklim yang paling besar peranannya dalam menentukan produksi tanaman. Keteraturan pola dan distribusi hujan disuatu wilayah sangat menentukan jaminan berlangsungnya aktifitas pertanian. Namun kondisi ini akan mengalami gangguan jika terjadi anomali iklim ekstrim seperti ENSO (El-Nino Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole). Naylor et al. (2001) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang jelas antara pola El-Niño dengan kondisi curah hujan di Pulau Jawa terutama pada musim hujan. Perubahan anomali suhu muka laut di Nino 3.4 tahun ke tahun mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan perubahan curah hujan tahun ke tahun pada bulan September-Desember, ketika padi ditanam.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163238
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1718]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository