| dc.description.abstract | Kekeringan adalah kondisi kekurangan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan. Dalam
bidang pertanian, kekeringan merupakan bencana terparah dibandingkan bencana lainnya.
Peningkatan gejala dan intensitas kekeringan dalam kurun waktu terakhir berkaitan erat dengan
perubahan atau pergeseran tata guna lahan (land use) yang mengakibatkan penurunan daya serap
tanah disertai dengan meningkatnya penggunaan air tanah untuk berbagai kegiatan.
Informasi ketersediaan air tanah dan informasi spasial tentang kekeringan atau kebasahan
pada suatu wilayah yang dibuat berdasarkan karakteristik iklim serta sifat fisis tanah akan
bermanfaat bagi rencana kegiatan pertanian guna memperkecil kerugian yang timbul akibat
dampak kekeringan (BMG, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis derajat
kekeringan pada beberapa stasiun hujan di Kabupaten Klaten, kemudian menginterpretasikan
derajat indeks kekeringan tersebut secara spasial dalam bentuk peta dan pada tahap akhir
dilakukan analisis hubungan antara curah hujan dengan nilai indeks Palmer pada beberapa jeda
waktu.
Kabupaten Klaten yang dipilih sebagai lokasi penelitian merupakan salah satu dari lima besar
kabupaten penyangga beras di propinsi Jawa Tengah dengan produksi padi sawah per hektar
sebesar 59,8 kw/ha dan padi gogo sebesar 27,2 kw/ha (BPS, 2006). Dampak kekeringan yang
pernah dialami kabupaten Klaten pada tahun 2003 mengakibatkan 1.437 ha luas areal pertanian
mengalami kekeringan, dimana 340 ha areal dinyatakan puso. Curah hujan rata-rata tahunan
kabupaten Klaten tercatat sebesar 1621 mm per tahun. Berdasarkan sistem klasifikasi Oldeman
kabupaten Klaten termasuk daerah dengan tipe iklim D3 dengan kejadian 3 bulan basah dan 6
bulan kering, dimana pada daerah dengan tipe iklim tersebut hanya mungkin dilakukan satu kali
penanaman padi atau palawija dalam setahun, tergantung pada adanya persediaan air irigasi.
Data curah hujan dianalisis menggunakan analisis kekonsistenan untuk melihat perubahan
pola curah hujan bulanan dan musiman. Seluruh stasiun penakar hujan dikelompokkan
berdasarkan tingkat kesamaan pola curah hujan dengan menggunakan analisis klaster. Perhitungan
nilai indeks kekeringan dalam penelitian ini menggunakan metode Palmer. Parameter yang
digunakan dalam metode ini adalah curah hujan, kapasitas air tersedia dan suhu untuk menentukan
evapotranspirasi potensial. ... | |