Show simple item record

dc.contributor.advisorSetiawan, Sonni
dc.contributor.advisorKamin, Bilwar
dc.contributor.authorNABABAN, CORNELIUS ANTONI
dc.date.accessioned2025-06-26T02:57:42Z
dc.date.available2025-06-26T02:57:42Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163108
dc.description.abstractPengamatan atmosfer umumnya dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu udara bawah dan udara atas. Udara bawah sering juga dikenal dengan boundary layer. Boundary layer dapat diartikan lapisan atmosfer yang masih dipengaruhi oleh permukaan. Menurut Stull (2000), ketebalan boundary layer berkisar antara 200 m sampai 4 km. Boundary layer dicirikan kecepatan angin yang semakin berkurang bila mendekati permukaan. Udara atas, sering juga disebut free atmosphere, dibatasi oleh batas atas boundary layer sampai puncak atmosfer. Namun umumnya pengamatan atmosfer atas dilakukan hanya sampai batas tropospher. Keadaan udara atas berbeda dengan udara bawah (boundary layer). Pengamatan atmosfer atas dapat diukur dengan menggunakan Pilot Balon (PiBal), Radiosonde atau Rawinsonde, Radio Acoustic Sounding System (RASS) dan Equator Atmospheric Radar (EAR). Keadaan (state) udara atas bila diukur dengan Radiosonde/Rawinsonde dapat diduga dengan menggunakan aerological diagram yang terdapat pada software RAOB dengan memasukkan data dari Radiosonde/Rawinsonde sebagai input dataid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengamatan Udara Atas di Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Medan (Studi Kasus Kota Medan- Sumatera Utara)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record