STUDI CURAH HUJAN DAERAH DKI JAKARTA DAN KAITANNYA DENGAN FENOMENA MADDEN JULIAN OSCILLATION (MJO) (Studi Kasus Bencana Banjir Besar Di Jakarta 2002)
View/ Open
Date
2005Author
Darmawati, Melia
Santosa, Imam
Mulvana, Erwin
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini secara umum ditujukan untuk mengidentifikasikan dan menganalisis keterkaitan fenomena MADDEN JULIAN OSCILLATION (MJO) penyebab banjir berdasarkan data GMS yang merupakan penampang waktu bujur dari Tas (Temperature Black Body) rata-rata antara 3,5° LS sampai 8,5" 1.S selama Januari hingga Desember 2002 meliputi 80° BT sampai 150" BT, sebagai studi kasus bencana banjir besar di Jakarta 2002 lalu. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) mengidentifikasikan data curah hujan tinggi (berdasarkan BMG) periode Januari hingga Februari 2002, (2) Mengidentifikasi data GMS yang merupakan penampang waktu bujur dari Tas (Temperature Black Body) rata-rata antara 3,5° LS sampai 8,5° 1.S selama Januari hingga Desember 2002 meliputi 80° BT sampai 150° BT, (3) Melihat hubungan curah hujan tinggi dengan fenomena MJO yang menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta periode Januari hingga Februari 2002.
Parameter-parameter pendukung untuk mengidentifikasikan hubungan curah hujan tinggi dengan fenomena MJO adalah Angin Meridional, Angin Zonal, Relatif Humidity, dan Gradient Wind. Data curah hujan yang digunakan diambil dari sembilan stasiun yaitu Cengkareng, BMG, Ciledug, Depok, Halim Perdana Kusumah, Pakubuana, Rasela, Rawamangun dan Tanjung Priok.
Hasil yang diperoleh pada periode Januari hingga Februari 2002. Terjadinya curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama di wilayah Jakarta sekitar tanggal 26 Januari 2002 hingga 01 Februari 2002 selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, kejadian tersebut juga dipengaruhi oleh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) memberikan pengaruh juga terhadap pola curah hujannya. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikkan curah hujan sehubungan dengan datangnya MJO dan menyebabkan pola hujannya mempunyai tingkat keragaman dalam semusim. Selain itu terlihat juga curah hujan di wilayah Jakarta pada tahun 2002 terdapat puncak-puncak yang berosilasi dengan periode 40-50 hari (hampir 2 bulanan). Sehingga menyebabkan banjir di Jakarta pada Januari-Februari 2002,
Perilaku MJO diikuti oleh angin baratan hingga pada akhir periode MJO. Angin baratan terjadi karena terdapat daerah tekanan rendah di sebelah timur daerah yang akan dilalui MJO sehingga angin bergerak ke timur.
