Show simple item record

dc.contributor.advisorAhmad Nasir, Abujamin
dc.contributor.advisorMasbulan, Elan
dc.contributor.authorSiddik, Rahman
dc.date.accessioned2025-06-24T02:09:43Z
dc.date.available2025-06-24T02:09:43Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162790
dc.description.abstractSub sektor peternakan sebagai salah satu komponen pertanian memerlukan kondisi iklim yang sesuai untuk ternak. Disamping faktor genetika dan pakan, perbedaan iklim dapat menyebabkan perbedaan pada performa ternak (produksi maupun fisiologi). Pembangunan sub sektor peternakan khususnya sapi perah di Indonesia secara umum bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi susu dalam negeri dan menekan impor. Populasi sapi perah di Indonesia pada tahun 2002 adalah 353.953 ekor dengan angka produksi susu mencapai 520.983 ton. Salah satu upaya mendukung intensifikasi pengembangan usaha sapi perah adalah perlunya kesesuaian klimatologi untuk peningkatan produksi susu. Klimatologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas sintesis atau statistik unsur unsur cuaca hari demi hari dalam periode beberapa tahun di suatu tempat atau wilayah tertentu (Nasir, 1995). Unsur iklim yang perlu diperhatikan dalam penanganan sapi perah diantaranya adalah suhu udara, kelembaban nisbi udara, curah hujan, kecepatan angin dan radiasi matahari. Suhu dan kelembaban nisbi udara mempengaruhi secara langsung kemampuan sapi perah dalam menghasilkan susu, sedangkan curah hujan berpengaruh tidak langsung terhadap ketersediaan hijauan pakan ternak.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Ketinggian Tempat dan Cuaca Mikro Terhadap Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein (FH) Pada Empat Lokasi di Daerah Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record