Pengaruh Ketinggian Tempat dan Cuaca Mikro Terhadap Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein (FH) Pada Empat Lokasi di Daerah Bogor
View/ Open
Date
2004Author
Siddik, Rahman
Ahmad Nasir, Abujamin
Masbulan, Elan
Metadata
Show full item recordAbstract
Sub sektor peternakan sebagai salah satu komponen pertanian memerlukan kondisi iklim yang sesuai untuk ternak. Disamping faktor genetika dan pakan, perbedaan iklim dapat menyebabkan perbedaan pada performa ternak (produksi maupun fisiologi). Pembangunan sub sektor peternakan khususnya sapi perah di Indonesia secara umum bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi susu dalam negeri dan menekan impor. Populasi sapi perah di Indonesia pada tahun 2002 adalah 353.953 ekor dengan angka produksi susu mencapai 520.983 ton. Salah satu upaya mendukung intensifikasi pengembangan usaha sapi perah adalah perlunya kesesuaian klimatologi untuk peningkatan produksi susu.
Klimatologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas sintesis atau statistik unsur unsur cuaca hari demi hari dalam periode beberapa tahun di suatu tempat atau wilayah tertentu (Nasir, 1995). Unsur iklim yang perlu diperhatikan dalam penanganan sapi perah diantaranya adalah suhu udara, kelembaban nisbi udara, curah hujan, kecepatan angin dan radiasi matahari. Suhu dan kelembaban nisbi udara mempengaruhi secara langsung kemampuan sapi perah dalam menghasilkan susu, sedangkan curah hujan berpengaruh tidak langsung terhadap ketersediaan hijauan pakan ternak.
