Show simple item record

dc.contributor.advisorImpron
dc.contributor.advisorMujivanto
dc.contributor.authorSULISTYOWATI, RENI
dc.date.accessioned2025-06-23T07:25:59Z
dc.date.available2025-06-23T07:25:59Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162739
dc.description.abstractRadiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi disebut insolasi Incoming Solar Radiation). Radiasi yang sampai di puncak atmosfer rata-rata sebesar 1360 W/m², sedangkan yang sampai di permukaan bumi (daratan maupun lautan) hanya sekitar setengah dari yang diterima oleh puncak atmosfer, karena sebagian ada yang diserap dan dipantulkan kembali oleh awan (Handoko, 1995). Insolasi ini banyak dimanfaatkan untuk proses fisika dan biologi. Sebagian besar spektrum yang diperlukan untuk aktivitas manusia (seperti pertanian, kehutanan, rancangan bangunan, pengaturan lahan, dan lain-lain) sangat tergantung dari insolasi. Radiasi adalah suatu bentuk energi yang dipancarkan oleh setiap benda yang mempunyai suhu diatas nol mutlak, dan merupakan satu-satunya bentuk energi yang dapat menjalar di dalam vakurn ruang angkasa luar. Energi yang sangat diperlukan untuk berbagai proses di dalam atmosfer berasal dari matahari, meskipun hanya sebagian kecil dari radiasi yang dipancarkan oleh matahari yang diterima oleh permukaan bumi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePENDUGAAN JUMLAH RADIASI SURYA YANG DITERIMA SUATU TITIK PADA PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN SOLAR ANALYST MODEL (Studi Kasus Daerah Nopu Rahmad, Kab. Donggala, Sulawesi Tengah)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record