Laju Konsumsi Metana pada Berbagai Tipe Penggunan Lahan
View/ Open
Date
2001Author
Purba, Zuchrita Fransisca
Murdiyarso, Daniel
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemanfaatan sumberdaya hutan seringkali menimbulkan dilema antara kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. Dari segi kepentingan ekonomi, seiring dengan semakin bertambalinya jumlah penduduk, pemanfaatan hutan tidak lagi memperhatikan kelestarian lingkungan sehingga menimbulkan kerusakan hutan. Penyebab utama kerusakan hutan antara lain untuk perluasan lahan pertanian, pembangunan berbagai proyek dan eksploitasi sumber daya kayu (Tacon dan Harley, 1990; Goeltenboth, 1992).
Laju deforestasi tersebut meluas di daerah hutan tropis dan savana. Diperkirakan 20-30% areal hutan telah berubah ke fungsi yang lain (Houghton, 1994 dalam Erickson et al, 1997). Area hutan yang telah ditebang tersebut kebanyakan dibiarkan tetap dalam keadaan terbuka tanpa penutupan yang selanjutnya ditanami dengan berbagai pohon yang sengaja ditanam atau sebagian dijadikan ladang berpindah (Erickson et al, 1997). Erickson et al, (1997) menambahkan bahwa konversi hutan tersebut biasanya menjadi areal padang rumput, lahan pertanian yang sengaja ditinggalkan untuk sementara atau lahan pertanian yang permanen dengan jenis tanaman yang utama di daerah tersebut. Hal lain yang menyebabkan laju deforestasi dan pembukaan lahan pertanian ini meningkat adalah karena adanya upaya peningkatan produksi pertanian (Erickson et al., 1997). Ditambahkan bahwa sebagian besar deforestasi menyebabkan terjadinya pergantian sistem pengolahan, akibat tekanan ekonomi dan laju populasi banyak petani migran baru mengalihkan sistem lahan pertanian tradisional menjadi penggarap hutan sehingga semakin banyak penebangan hutan yang terjadi.
