Persepsi terhadap Tradisi Uang Panai, Tingkat Kesiapan Menikah dan Preferensi Menunda Menikah pada Laki-laki Bugis Perantauan
Abstract
Tradisi uang panai menjadi penting dalam pernikahan adat suku Bugis, sebab
masyarakat Bugis menganggap uang panai salah satu faktor penentu
berlangsungnya pernikahan. Hal itu tentu menimbulkan persepsi yang berbeda
dikalangan laki-laki Bugis perantauan, sehingga memengaruhi kesiapan menikah
mereka yang berujung pada menunda atau tidak menunda menikah. Tujuan
penelitian ini, yaitu: 1) menganalisis hubungan persepsi terhadap tradisi uang panai
dengan tingkat kesiapan menikah, dan 2) menganalisis hubungan tingkat kesiapan
menikah dengan preferensi menunda menikah pada laki-laki Bugis perantauan di
Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan pada
50 responden yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini didukung data
kualitatif melalui wawancara mendalam pada informan yang ditentukan dengan
snowball sampling. Data kuantitatif dianalisis dengan Rank Spearman dan Chi-
square yang menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara persepsi
terhadap tradisi uang panai dengan tingkat kesiapan menikah, dan terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat kesiapan menikah dengan preferensi
menunda menikah pada laki-laki Bugis perantauan. The tradition of dowry money is important in Bugis traditional weddings, because
the Bugis people consider dowry money to be one of the determining factors for a
marriage to take place. This certainly creates different perceptions among Bugis
migrant men, thus affecting their readiness to marry which ends in ending or not
terminating the marriage. The objectives of this study are: 1) to analyze the
relationship between perceptions of the dowry money tradition and the level of
readiness to marry, and 2) to analyze the relationship between the level of readiness
to marry and the preference to postpone marriage among Bugis migrant men in
Bogor City. This study used a survey method by distributing to 50 respondents
selected by purposive sampling. This study was supported by qualitative data
through in-depth interviews with informants determined by snowball sampling.
Quantitative data were analyzed using Spearman Rank and Chi-square which found
that there was a significant relationship between perceptions of the dowry money
tradition and the level of readiness to marry, and there was a significant relationship
between the level of readiness to marry and the preference to postpone marriage
among Bugis migrant men.
