Show simple item record

dc.contributor.advisorSunarti, Euis
dc.contributor.authorRodhin, Iqlima
dc.date.accessioned2025-06-12T07:07:52Z
dc.date.available2025-06-12T07:07:52Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162453
dc.description.abstractFenomena penundaan usia berkeluarga di kalangan mahasiswa Indonesia mencerminkan adanya perubahan sikap terhadap pernikahan dan kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia menikah, jenis kelamin, dan prestasi akademik terhadap kesiapan berkeluarga pada mahasiswa. Penelitian dilakukan terhadap 140 mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang berusia 18–24 tahun dan belum menikah. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, terdiri atas 70 mahasiswa laki-laki dan 70 mahasiswa perempuan. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 54,29% mahasiswa berada pada rentang usia 18–24 tahun, dan 47,14% memiliki indeks prestasi akademik (IPK) di atas 3,5 (skala maksimum 4,0). Hasil SEM-PLS menunjukkan bahwa preferensi usia menikah (p=0,000) dan jenis kelamin (p=0,035) berpengaruh signifikan terhadap kesiapan berkeluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa preferensi usia menikah dan perbedaan jenis kelamin perlu dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan kesiapan berkeluarga di kalangan mahasiswa.
dc.description.abstractThe phenomenon of delayed family formation among Indonesian university students reflects a shift in attitudes toward marriage and family life. This study aims to analyze the influence of preferred age at marriage, sex, and academic achievement on students’ readiness for family life. The research was conducted on 140 undergraduate students from IPB University, aged 18–24 years and unmarried. The sample was selected using purposive sampling, consisting of 70 male and 70 female students. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Descriptive analysis showed that 54.29% of students were within the 18–24 age range, and 47.14% had a grade point average (GPA) above 3.5 (on a maximum scale of 4.0). SEM-PLS analysis revealed that preferred age at marriage (p=0.000) and sex (p=0.035) had a significant influence on readiness for family life. These findings indicate that preferred age at marriage and biological sex should be considered in efforts to enhance students’ preparedness for family life.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Preferensi Usia Menikah, Prestasi Akademik, dan Jenis Kelamin terhadap Kesiapan Berkeluarga Mahasiswa IPBid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordjenis kelaminid
dc.subject.keywordmahasiswaid
dc.subject.keywordprestasi akademikid
dc.subject.keywordkesiapan berkeluargaid
dc.subject.keywordpreferensi usia menikahid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record