Kepadatan, Kesesakan, Keberfungsian Keluarga, dan Kesejahteraan Subjektif Keluarga di Wilayah Permukiman Padat Penduduk
Abstract
Kepadatan rumah menimbulkan kesesakan yang dapat mengganggu keberfungsian dan kesejahteraan subjektif keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, kepadatan, kesesakan, dan keberfungsian keluarga terhadap kesejahteraan subjektif keluarga di wilayah permukiman padat penduduk melibatkan 120 keluarga di Desa Ciherang, Kab. Bogor dipilih dipilih secara simple random sampling. Enam dari sepuluh keluarga di permukiman padat terkategori miskin dengan rataan lama pendidikan suami-istri setara dengan kelas dua sekolah menengah pertama. Tujuh dari dua puluh keluarga tinggal di rumah yang padat. Keluarga lebih merasakan kesesakan secara spasial daripada sosial. Keberfungsian dan kesejahteraan subjektif keluarga cukup baik. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif keluarga dipengaruhi secara negatif oleh usia suami, usia istri, lama menetap, dan kesesakan, serta dipengaruhi secara positif oleh keberfungsian keluarga. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya peningkatan fungsi keluarga dalam hal manajemen sumber daya dan pembangunan lingkungan ramah keluarga sebagai kompensasi kesesakan untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif keluarga. High housing density can lead to crowding, which can disrupt family functioning and reduces subjective well-being. This study aims to analyze the influence of family characteristics, density, crowding, and family functioning on family subjective well-being in densely populated settlements. The study involved 120 families from Ciherang Village, Bogor District, selected through simple random sampling. Six out of the families were categorized as poor, with the average educational attainment of husbands and wives equivalent to second year of junior high school. Seven out of twenty families lived in highly dense housing. Families experienced more spatial than social crowding. Overall, family functioning and subjective well-being were relatively good. SEM analysis showed that subjective family well-being was negatively affected by time management function and crowding, but positively influenced by family functioning. This study implies the importance of enhancing family functions in terms of resource management and developing family-friendly environments as a compensation for residential crowding to enhance families’s subjective well-being.
