| dc.description.abstract | Minuman berpemanis atau sugar-sweetened beverages (SSB) telah menjadi tren minuman kekinian di berbagai kalangan, termasuk generasi Z. Namun, kegemaran dalam mengonsumsi minuman berpemanis dapat mengakibatkan dampak buruk, terutama pada kesehatan diri konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pengetahuan, awareness, dan perceived risk minuman berpemanis terhadap perilaku pembelian minuman berpemanis pada generasi Z. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan teknik survei pada 272 responden dari mahasiswa Generasi Z yang pernah meminum minuman berpemanis selama satu bulan terakhir. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan SEM menggunakan bantuan aplikasi SPSS 26 dan SmartPLS. In-depth interview dilakukan dengan melibatkan 6 responden untuk menegaskan beberapa jawaban responden dalam kuesioner yang sebarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, awareness, dan perceived risk berada pada kategori sedang, sedangkan variabel perilaku pembelian minuman berpemanis berada pada kategori rendah. Selain itu, pengetahuan, awareness, dan perceived risk minuman berpemanis berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku pembelian minuman berpemanis. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa pengetahuan dan awareness berpengaruh positif signifikan terhadap perceived risk. Disisi lain, variabel pengetahuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap awareness. Semakin tinggi pengetahuan, maka belum tentu dapat meningkatkan awareness. | |