Hubungan antara Tingkat Penguasaan Tanah dengan Peluang Bekerja dan Peluang Berusaha Rumah Tangga Petani (Kasus: Kampung Dukuh Kaung, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor)
Abstract
Tanah hak guna usaha (HGU) PT Hevea Indonesia (Hevindo) yang tidak dimanfaatkan sejak tahun 1990 memicu pergerakan dari masyarakat lokal melalui program redistribusi tanah dan reforma agraria. Penelitian ini mengkaji hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat penguasaan tanah eks-HGU di dalam Blok Pasir Kolecer, serta hubungan tingkat penguasaan tanah eks-HGU di dalam Blok Pasir Kolecer dengan peluang bekerja dan berusaha di Kampung Dukuh Kaung, Desa Nanggung, Kabupaten Bogor. Pendekatan mixed-method dengan desain exploratory sequential digunakan dengan melibatkan 48 responden melalui teknik sensus. Data kuantitatif dianalisis dengan uji Spearman’s rank, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dan tingkat penguasaan tanah eks-HGU di dalam Blok Pasir Kolecer, serta antara tingkat penguasaan tanah dengan peluang bekerja dan berusaha rumah tangga di Kampung Dukuh Kaung. The unused land with cultivation right of PT Hevea Indonesia (Hevindo) since 1990 has sparked a local movement through a land redistribution program and agrarian reform. This study examines the relationship between respondents' characteristics and the level of control over ex-HGU land in the Pasir Kolecer Block, as well as the relationship between this land control and the opportunities for employment and entrepreneurship in Kampung Dukuh Kaung, Desa Nanggung, Bogor Regency. A mixed-method approach with an exploratory sequential design was employed, involving 48 respondents through a census method. Quantitative data were analyzed using Spearman’s rank correlation test, while qualitative data were analyzed descriptively. The results indicate a significant relationship between respondents' characteristics and the degree of control over ex-HGU land in the Pasir Kolecer Block, as well as between the level of land control and the employment and entrepreneurial opportunities available to households in Kampung Dukuh Kaung.
